Menteri Koperasi UKM: Pembiayaan UKM Harus Ramah dan Mendidik
Minggu, 21 Juni 2020 - 13:22 WIB
loading...
Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki.
A
A
A
BANDUNG - Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mendampingi kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, dalam rangka Peninjauan Proses Bisnis Usaha Simpan Pinjam serta Penyerahan Persetujuan Pembiayaan Dana Bergulir LPDB-KUMKM, di Koperasi Syariah bmt itQan, Jalan Padasuka Atas No160, Pasirlayung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Sabtu (20/6/2020).
Pada kesempatan itu, Menkop Teten Masduki menyebut bahwa pelaku usaha mikro dan ultra mikro sangat membutuhkan kehadiran koperasi. Maka koperasi harus memahami kebutuhan setiap anggotanya dalam menjalankan usaha.
Terpenting, koperasi harus memberikan kemudahan bagi pelaku UKM, dan anggota koperasi khususnya dalam memperoleh akses pembiayaan. "Koperasi atau BMT harus menjadi solusi masalah keuangan anggotanya, khususnya pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Mereka butuh pembiayaan yang mudah diakses", kata Teten.
Ini penting sebab menurut pengamatannya, masih ada pelaku usaha mikro hinggap ultra mikro yang terjerat rentenir. Maka koperasi harus hadir di tengah-tengah pelaku usaha kecil dan menengah secara ramah sekaligus harus mendidik. "(Koperasi) harus jadi lembaga keuangan yang bener -bener kredibel memahami problem masyarakat," ucap Menkop.
“Ambil contoh di pasar-pasar tradisional, ketika para pedagang membutuhkan modal, yang selalu hadir adalah kelompok rentenir,” imbuh Dia.
Pada kesempatan itu, Menkop Teten Masduki menyebut bahwa pelaku usaha mikro dan ultra mikro sangat membutuhkan kehadiran koperasi. Maka koperasi harus memahami kebutuhan setiap anggotanya dalam menjalankan usaha.
Terpenting, koperasi harus memberikan kemudahan bagi pelaku UKM, dan anggota koperasi khususnya dalam memperoleh akses pembiayaan. "Koperasi atau BMT harus menjadi solusi masalah keuangan anggotanya, khususnya pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Mereka butuh pembiayaan yang mudah diakses", kata Teten.
Ini penting sebab menurut pengamatannya, masih ada pelaku usaha mikro hinggap ultra mikro yang terjerat rentenir. Maka koperasi harus hadir di tengah-tengah pelaku usaha kecil dan menengah secara ramah sekaligus harus mendidik. "(Koperasi) harus jadi lembaga keuangan yang bener -bener kredibel memahami problem masyarakat," ucap Menkop.
“Ambil contoh di pasar-pasar tradisional, ketika para pedagang membutuhkan modal, yang selalu hadir adalah kelompok rentenir,” imbuh Dia.