Mudik 2022 dan Rindu yang Tertunda

Selasa, 10 Mei 2022 - 11:16 WIB
loading...
Mudik 2022 dan Rindu...
Suhendra Atmaja (Foto: Ist)
A A A
Suhendra Atmaja
Praktisi Komunikasi InterStudi

FENOMENA arus mudik dan arus balik selalu menarik perhatian, terutama perjalanan mudik yang dilakukan di Pulau Jawa. Ini dapat dilihat di berbagai media, baik media mainstream maupun media sosial.

Para perantau dari berbagai daerah di Indonesia yang mencari nafkah di Pulau Jawa, setiap tahun atau saat lebaran tiba biasanya harus mudik untuk melepas rindu kepada keluarga. Perjalanan mudik mengarah ke berbagai daerah di Indonesia. Melepas rindu saat Lebaran Idulfitri kali ini seolah menjadi hal wajib, sebagai pelepas kerinduan yang membuncah karena tidak mudik selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Idulfitri menjadi perayaan yang sangat ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia. Itu merupakan momentum meraih kemenangan setelah selama satu bulan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Pada Lebaran Idulfitri 2022/1443 H ini masyarakat menjadi sangat antusias karena dua kali lebaran sebelumnya berlaku aturan larangan.

Pandemi Covid-19 dengan bebagai pembatasan pergerakan masyarakat menyebabkan mudik pada 2020 dan 2021 dilarang oleh pemerintah. Pemerintah membuat kebijakan tersebut guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Teringat benar, bahkan kegiatan salat Tarawih dan salat Idulfitri harus dilakukan di rumah masing-masing. Namun pada 2022 , ini menjadi tahun suka cita karena pemerintah membuat relaksasi seiring melandainya kasus korona di Tanah Air. Kebijakan relaksasi tersebut di antaranya adalah mencabut larangan mudik.

Tradisi mudik di Indonesia memang sudah seperti sebuah rutinitas wajib. Warga berbondong-bondong melakukan perjalanan dengan menempuh jarak ratusan bahkan ribuan kilometer dengan menggunakan berbagai moda transportasi untuk sampai ke kampung halaman. Berbagai moda transportasi digunakan, mulai kendaraan pribadi,hingga kendaraan umum seperti bus, kereta api, kapal laut dan pesawat udara.

Jutaan kendaraan bergerak pada waktu yang hampir bersamaan menyebabkan terjadinya kemacetan di ruas-ruas jalan utama, terutama pada puncak arus mudik pada 29-30 April 2022. Hal serupa juga terjadi pada arus balik yang puncaknya pada 8-9 Mei 2022. Setiap hari jelang puncak mudik ribuan kendaraan pribadi dan trasportasi umum bergerak dari Jakarta menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, arus mudik dari Jakarta ke Pulau Sumatera melalui pelabuhan Merak-Bakauheni, hingga berbagai kota di Indonesia.

"One Way" dan Efek pada Lalu Lintas
Pemudik di Pulau Jawa selalu paling besar jumlahnya. Penyebabnya mungkin karena sebagian besar penduduk di daerah mencari nafkah di Jakarta. Nah, dalam mengantisipasi kehebohan arus mudik dan balik ini, pemerintah telah menyiapkan rekayasa lalu lintas sebaik mungkim. Juga dibuat prediksi mengenai titik-titik kemacetan yang sedang dan bakal terjadi di ruas-ruas jalan tol dan arteri yang akan dilakui pemudik. Untuk itu, Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian RI menerapkan berbagai alternatif guna mengantisipasi kemacetan seperti penerapan one way, contraflow di jalan tol Jakarta Cikampek hingga Tol Kalilangkung Semarang yang bersifat situasional.

Namun, seperti kita tahu rekayasa lalu lintas itu bukan tanpa hambatan Kebijakan penerapan satu arah dari Jakarta ke Tol Kalikangkung justru menimbulkan persoalan baru dengan ditutupnya tol lain menuju Jakarta yang menyebabkan antrean panjang hingga puluhan kilometer. Masyarakat yang terjebak dalam kemacetan berjam-jam mengeluhkan situasi ini dan minta pemerintah mencari jalan keluar. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang perlu dievaluasi di tahun mendatang.

Pengamat transportasi mengatakan, efek pemberlakuan one way belum diantisipasi dengan baik dan ini harus menjadi evaluasi yang penting.

Persoalan Merak – Bakauheni
Tidak hanya di Tol Cipularang, keributan dan antrean sepanjang 10 km terjadi di Pelabuhan penyeberangan Merak – Bakauheni karena berbagai kendala seperti banyaknya volume kendaraan yang akan menyeberang dan keterbatasan kapal ferry.

Informasi yang diterima penulis, semrawutnya penyeberangan Merak – Bakauheni terjadi karena tiga persoalan yaitu cuaca buruk, sistem ticketing online yang sempat down dan antusiasme mudik dengan kendaraan pribadi yang sangat luar biasa tinggi.

Persoalan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni tentu menjadi pembelajaran untuk arus mudik di tahun mendatang. Pihak terkait perlu menyiapkan alternatif penyeberangan laut. Juga perlunya dibangun posko Informasi yang bisa saja melibatkan berbagai elemen, termasuk mahasiswa sebagai sumber informasi dil lapangan.

Wisata Pantai Menjadi Pilihan
Bagi mereka yang tidak mudik, biasanya menyerbu bebagai tempat wisata yang ada di sekitar Jakarta. Tak heran, kawasan pantai seperti Pantai Ancol diserbu puluhan ribu warga.

Di daerah, tempat wisata menjadi sarana bagi masyarat lokal untuk mengeruk keuntungan dari para pelancong. Maka tak heran jika ada oknum yang mengambil kesempatan dengan mengenakan tarif yang mencekik leher untuk sekadar masuk tempat wisata dan lokasi kuliner.

Memang benar, warga seolah haus akan hiburan setelah dua tahun lebih dibatasi pergerakannya oleh pemerintah akibat pandemi. Pada musim lebaran kali ini, selain macet di jalur mudik, kemacetan juga terjadi di tempat-tempat liburan. Ini fenomena menarik di tengah makin menurunnya kasus Covid-19 di dalam negeri. Semoga masyarakat yamg mudik dan kini sebagian telah kembali tetap sehat bersama orang-orang tersayang.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AMMDI Ingatkan Kemenhub...
AMMDI Ingatkan Kemenhub Bangun Ekosistem Transportasi dan Infrastruktur Terencana
Satgas Operasional Idulfitri...
Satgas Operasional Idulfitri 1446H Resmi Ditutup
One Way Nasional Tol...
One Way Nasional Tol Transjawa Ditutup, Hari Ini Arus Lalu Lintas Kembali Normal
Situasi Terkini Tol...
Situasi Terkini Tol Palikanci-Cipali di Hari Terakhir Cuti Bersama
1,454 Juta Kendaraan...
1,454 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek Sepanjang Arus Balik Lebaran
72.000 Kendaraan Pemudik...
72.000 Kendaraan Pemudik Belum Kembali ke Pulau Jawa
Tol Cipularang Arah...
Tol Cipularang Arah Jakarta Macet Panjang Malam Ini
Arus Balik Lebaran Aman,...
Arus Balik Lebaran Aman, Kemenko Polkam Apresiasi Sinergitas Kementerian hingga Pemda
Polri: Kecelakaan dan...
Polri: Kecelakaan dan Korban Meninggal saat Mudik-Balik Lebaran 2025 Turun Drastis
Rekomendasi
Kondisi Terakhir Bunda...
Kondisi Terakhir Bunda Iffet sebelum Meninggal, Sempat Dirawat Intensif
DAmandita Sentul Tawarkan...
D'Amandita Sentul Tawarkan Rumah Smart Living Pure Nature Rp700 Jutaan
5 Dampak Buruk Kelebihan...
5 Dampak Buruk Kelebihan Karbohidrat untuk Kesehatan
Berita Terkini
Hanura Resmi Dukung...
Hanura Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo Subianto
3 menit yang lalu
Antara Pragmatisme Hukum...
Antara Pragmatisme Hukum dan Pragmatisme Politik
37 menit yang lalu
Tegaskan Prabowo Presiden...
Tegaskan Prabowo Presiden Konstitusional, OSO: Kita Tahu Siapa yang Mengadu Domba
6 jam yang lalu
Buka Kornas Penyuluh...
Buka Kornas Penyuluh Pertanian, Mentan Pastikan PPL Wujudkan Swasembada Pangan
7 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan Pengurus...
Hadiri Pelantikan Pengurus Partai Hanura, Sekjen Perindo: Kita Punya DNA yang Sama
7 jam yang lalu
Menakar Tuntutan Purnawirawan...
Menakar Tuntutan Purnawirawan TNI terhadap Gibran
7 jam yang lalu
Infografis
Manfaat Susu untuk Sendi...
Manfaat Susu untuk Sendi dan Tulang yang Sering Diabaikan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved