Musuh Negara Nomor 1, Kahar Muzakkar Ditembak Mati di Hari Idul Fitri

Senin, 02 Mei 2022 - 10:58 WIB
loading...
A A A
Dari Patriot ke Pembelot
Kahar Muzakkar sejatinya bukan orang awam bagi Soekarno. Setelah proklamasi 17 Agustus 1945, putra Luwu ini mendirikan Gerakan Pemuda Indonesia Sulawesi, yang kemudian menjadi Kebaktian Rakjat Indonesia Sulawesi.

Di Jakarta pula dia membuktikan keberaniannya. Pada rapat raksasa di Ikada, 19 September 1945, pria yang memiliki panggilan La Domeng ini ikut mengawal Soekarno. Saat Sang Proklamator didesak untuk berpidato, tidak banyak orang yang berani berdiri di depan mobil. Tapi, Kahar termasuk segelintir pemuda yang nekat melepaskan dua tokoh itu dari kepungan bayonet tentara Jepang.

Namun putaran waktu dan perubahan situasi mengubah ideologi perjuangan Kahar. Dari seorang patriot, dia dicap pembelot. Cikal bakal pemberontakan Kahar telah terasa sejak awal 1950, ketika terjadi perselisihan antara mantan pasukan gerilya dengan petinggi militer di Sulsel.

Menurut Jurnal Penelitian Keislaman UIN Sunan Kalijaga, pada 18 Juni 1950 Kahar diminta untuk menuju ke Sulsel dalam rangka menenangkan para pasukan gerilya Sulawesi Selatan yang memberontak. Panglima Komando Tentara dan Teritorial Indonesia Timur (KTTIT), Kolonel Kaliwarang menginstruksikan Kahar bersama Mursito segera menemui pasukan gerilya dan memberikan pengertian pada mereka bahwa peleburan pasukan gerilya dilakukan secara perorangan apabila memenuhi syarat untuk masuk TNI.

Namun tawaran ini ditolak oleh pasukan gerilya Sulsel. Mereka meminta penggabungan secara berkelompok dengan menunjuk Kahar Mudzakkar sebagai komandan. Tentu saja hal ini ditolak Kawilarang. Perpecahan pun terjadi. Kahar termasuk dalam kubu yang mendukung pasukan gerilya Sulawesi Selatan. Secara resmi dia meletakkan tanda pangkat letnan kolonelnya di depan Kawilarang pada 5 Juli 1950 dan memilih bergabung dengan pasukan gerilya.

Sejarawan UI Anhar Gonggong mengatakan penolakan Kawilarang tentang Kesatoean Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) masuk Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) dan menjadi Brigadir Hasanuddin memantik kekecewaan mendalam bagi Kahar.

Penolakan itu membuatnya merasa gagal mengembalikan harga dirinya sebagai orang Bugis-Makassar. Kahar berikut KGSS lalu memutuskan bergabung dengan gerakan DI/TII Kartosoewirjo pada 20 Agustus 1952. Pada 7 Agustus 1953, Kahar memproklamirkan Sulawesi Selatan menjadi bagian dari Negara Islam Indonesia (NII). Kahar sendiri diangkat menjadi Panglima Divisi IV TII. Baca juga: Cemerlang! Perwira Kopassus Lulusan Terbaik Sesko TNI Ini Ternyata Punya Prestasi Top di AS

"Pada awal kemerdekaan 1945 hingga 1950 Kahar adalah patriot pembela bangsa. Namun setelah tahun 1952 dia menjadi pemberontak. Memang ada jasa Kahar untuk bangsa ini. Namun itu semua terhapus karena pemberontakannya terhadap negara Republik Indonesia," kata Anhar Gonggong kepada SINDOnews, beberapa waktu lalu.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Momen Mengharukan Prabowo...
Momen Mengharukan Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
TNI Segera Tindak Lanjuti...
TNI Segera Tindak Lanjuti Perintah Prabowo soal Penambahan Batalyon Kesehatan
Mutasi TNI, 9 Perwira...
Mutasi TNI, 9 Perwira Digeser ke Dewan Pertahanan Nasional
Periksa Pasukan di HUT...
Periksa Pasukan di HUT ke-80 TNI, Prabowo Berulang Kali Ucapkan Terima Kasih kepada Prajurit
Sejarah Berdirinya TNI...
Sejarah Berdirinya TNI yang Berulang Tahun ke-80 Hari Ini
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Pemberontak Baloch Mengamuk,...
Pemberontak Baloch Mengamuk, Klaim Habisi 84 Orang Pasukan Pakistan, 18 Disandera
Rekomendasi
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Berita Terkini
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Kronologi Penangkapan...
Kronologi Penangkapan Roy Suryo dan Dr. Tifa oleh Polda Metro, Refly: Tidak Ada Tanda-tanda
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
Infografis
Negara Paling Korup...
Negara Paling Korup di Asia Tenggara, Indonesia Nomor Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved