Mengharukan, Pati TNI AL Ini Berenang 400 Meter di Laut untuk Sapa Satgas Pulau Terluar
Rabu, 27 April 2022 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
”Untuk menyapa Prajurit TNI yang bertugas menjaga keamanan di Pulau Rondo, diperlukan perjuangan berat dan berisiko tinggi, di mana harus menempuh perjalanan laut sekitar 1 jam menggunakan kapal. Namun untuk bisa mendarat di Pulau Rondo, kita harus berenang sejauh lebih kurang 400 meter karena tidak tersedia fasilitas labuh,” ujarnya.
Perairan di sekitar Pulau Rondo yang terbuka langsung ke Samudera Indonesia menyebabkan lautnya berombak dan berarus kencang sehingga untuk berenang akan sangat menguras tenaga dan berisiko terbawa arus. "Saat mendarat kita akan berhadapan dengan benturan ombak yang cukup besar dan dapat menghempaskan badan kita di antara karang-karang yang ditempeli teritip yang sangat tajam dan tersebar di sepanjang pantai. Tidak hanya sampai di situ, untuk menuju ke Pos Satgasmar Pam Puter kita juga harus menaiki 328 anak tangga yang terjal," ucapnya.
Setelah tiba di Pos, hal yang seharusnya dilakukan adalah istirahat sejenak dan membersihkan diri dari air laut dan keringat, namun hal tersebut terpaksa diurungkan karena di pos tersebut tidak tersedia air tawar. Air tawar didapat dari tampungan air hujan di dalam bak-bak yang dibuat dari terpal dengan jumlah yang sangat terbatas.
![Mengharukan, Pati TNI AL Ini Berenang 400 Meter di Laut untuk Sapa Satgas Pulau Terluar]()
Pada Safari Ramadan kali ini Nur Alamsyah mengatakan, Sabang adalah wilayah sangat kaya dari sisi potensi kemaritiman dan banyak hal yang bisa dikembangkan. Program TNI AL dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir adalah Kampung Bahari Nusantara (KBN). Sabang merupakan salah satu kawasan yang termasuk dalam program Kampung Bahari Nasional (KBN) yang dilaksanakan TNI AL.
"Esensi KBN adalah desa dengan kriteria miskin ekstremnya itu desa yang memiliki kekurangan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pariwisata karena belum dikembangkan dengan baik. Untuk itu, jika kita bisa melakukan pembinaan maka sisi keamanan akan lebih baik," papar Nur Alamsyah.
Nur Alamsyah berpesan agar dalam melakukan pembinaan terhadap KBN bekerja sama dengan berbagai pihak sesuai dengan kluster. Jika KBN berkembang dengan baik, akan berdampak pada pertahanan dan keamanan secara langsung. Pada 2021 lalu 21 KBN telah diresmikan, dan tahun ini ada 69 KBN yang akan dibina dan dikembangkan potensinya.
Perairan di sekitar Pulau Rondo yang terbuka langsung ke Samudera Indonesia menyebabkan lautnya berombak dan berarus kencang sehingga untuk berenang akan sangat menguras tenaga dan berisiko terbawa arus. "Saat mendarat kita akan berhadapan dengan benturan ombak yang cukup besar dan dapat menghempaskan badan kita di antara karang-karang yang ditempeli teritip yang sangat tajam dan tersebar di sepanjang pantai. Tidak hanya sampai di situ, untuk menuju ke Pos Satgasmar Pam Puter kita juga harus menaiki 328 anak tangga yang terjal," ucapnya.
Setelah tiba di Pos, hal yang seharusnya dilakukan adalah istirahat sejenak dan membersihkan diri dari air laut dan keringat, namun hal tersebut terpaksa diurungkan karena di pos tersebut tidak tersedia air tawar. Air tawar didapat dari tampungan air hujan di dalam bak-bak yang dibuat dari terpal dengan jumlah yang sangat terbatas.

Pada Safari Ramadan kali ini Nur Alamsyah mengatakan, Sabang adalah wilayah sangat kaya dari sisi potensi kemaritiman dan banyak hal yang bisa dikembangkan. Program TNI AL dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir adalah Kampung Bahari Nusantara (KBN). Sabang merupakan salah satu kawasan yang termasuk dalam program Kampung Bahari Nasional (KBN) yang dilaksanakan TNI AL.
"Esensi KBN adalah desa dengan kriteria miskin ekstremnya itu desa yang memiliki kekurangan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pariwisata karena belum dikembangkan dengan baik. Untuk itu, jika kita bisa melakukan pembinaan maka sisi keamanan akan lebih baik," papar Nur Alamsyah.
Nur Alamsyah berpesan agar dalam melakukan pembinaan terhadap KBN bekerja sama dengan berbagai pihak sesuai dengan kluster. Jika KBN berkembang dengan baik, akan berdampak pada pertahanan dan keamanan secara langsung. Pada 2021 lalu 21 KBN telah diresmikan, dan tahun ini ada 69 KBN yang akan dibina dan dikembangkan potensinya.
Lihat Juga :