C20 Dorong G20 Jadi Forum Inklusif
Selasa, 26 April 2022 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa C20 sudah membentuk tujuh pokja yang terdiri dari SDGs and Humanitarian, Vaccine Access and Global Health, Taxation and Sustainable Finance, Gender Equality, Education, Digitalisation and Civic Space, Anti-Corruption dan Environment, Climate Justice and Energy Transition.
Setiap pokja memiliki koordinator nasional dan internasional untuk memastikan bahwa isu-isu C20 juga memberikan perhatian kepada agenda global, khususnya kepada negara miskin dan berkembang. Keanggotaan di masing-masing pokja juga terdiri dari organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia yang secara rutin berdialog untuk merumuskan rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang inklusif.
Hasil utama dari pokja-pokja ini adalah C20 Communique dan Policy Pack untuk dibawa ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November 2022. C20 sepakat dengan tiga isu prioritas Presidensi G20, yaitu transisi energi, pemulihan kesehatan dunia dan perbaikan ekonomi.
"Namun, kami tetap aktif membawa isu penting dan khas masyarakat sipil, seperti isu antikorupsi, isu kebebasan berekspresi (civic space), isu kemanusiaan, dan lainnya," tuturnya.
Dia mengatakan bahwa Presidensi G20 Indonesia sudah mengeluarkan pernyataan yang jelas bahwa akan tetap mengundang Rusia sebagai penghormatan terhadap mekanisme konsensus G20. C20 menghargai langkah ini.
Dia melanjutkan, C20 sebagai platform masyarakat sipil memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyampaian aspirasi dari civil society dan proses pembuatan kebijakan di G20 berjalan dengan inklusif. "Setidaknya dalam keanggotaan dan kegiatan-kegiatan kami, kami tidak menutup pintu bagi negara manapun untuk bergabung. Namun, bukan berarti kami tidak mengkritisi dan menutup mata atas krisis kemanusiaan di Rusia-Ukraina saat ini," pungkasnya.
Setiap pokja memiliki koordinator nasional dan internasional untuk memastikan bahwa isu-isu C20 juga memberikan perhatian kepada agenda global, khususnya kepada negara miskin dan berkembang. Keanggotaan di masing-masing pokja juga terdiri dari organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia yang secara rutin berdialog untuk merumuskan rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang inklusif.
Hasil utama dari pokja-pokja ini adalah C20 Communique dan Policy Pack untuk dibawa ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November 2022. C20 sepakat dengan tiga isu prioritas Presidensi G20, yaitu transisi energi, pemulihan kesehatan dunia dan perbaikan ekonomi.
"Namun, kami tetap aktif membawa isu penting dan khas masyarakat sipil, seperti isu antikorupsi, isu kebebasan berekspresi (civic space), isu kemanusiaan, dan lainnya," tuturnya.
Dia mengatakan bahwa Presidensi G20 Indonesia sudah mengeluarkan pernyataan yang jelas bahwa akan tetap mengundang Rusia sebagai penghormatan terhadap mekanisme konsensus G20. C20 menghargai langkah ini.
Dia melanjutkan, C20 sebagai platform masyarakat sipil memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyampaian aspirasi dari civil society dan proses pembuatan kebijakan di G20 berjalan dengan inklusif. "Setidaknya dalam keanggotaan dan kegiatan-kegiatan kami, kami tidak menutup pintu bagi negara manapun untuk bergabung. Namun, bukan berarti kami tidak mengkritisi dan menutup mata atas krisis kemanusiaan di Rusia-Ukraina saat ini," pungkasnya.
Lihat Juga :