78 Tahun Amien Rais, Pimpin Muhammadiyah hingga Dirikan 2 Partai

Selasa, 26 April 2022 - 14:45 WIB
loading...
78 Tahun Amien Rais, Pimpin Muhammadiyah hingga Dirikan 2 Partai
M Amien Rais. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Mohammad Amien Rais hari ini genap berusia 78 tahun. Sejumlah jabatan pernah diemban pria kelahiran Surakarta, 26 April 1944 tersebut.

Amien Rais dikenal sebagai akademisi, tokoh agama, dan politikus yang kerap mengkritisi pemerintah. Sejumlah jabatan di Muhammadiyah, lembaga negara, dan partai politik pernah dan masih diembannya.

Berikut ini SINDOnews tampilkan empat fakta tentang Amien Rais:

1. Menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah
Masuk jajaran PP Muhammadiyah sejak 1985, Amien Rais kemudian menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah 1995-1998. Amien Rais terpilih menakhodai Muhammmadiyah dalam Muktamar Muhammadiyah di Banda Aceh.

Seharusnya, masa jabatan Amien Rais sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah adalah 1995-2020. Namun, pada 1998 Amien Rais terjun ke politik praktik dan mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN). Jabatan Ketua Umum PP Muhammadiyah kemudian diemban Ahmad Syafii Maarif.

2. Mendirikan Partai Amanat Nasional
Setelah Soeharto lengser dari kursi Presiden pada 21 Mei 1998, berakhirlah era Orde Baru. Kemudian, muncullah era Reformasi.

Partai politik baru bermunculan. Salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN). Amien yang Rais menjadi salah satu pendiri partai yang dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 tersebut. Amien menjadi ketua umum PAN hingga 2005.

Baca juga: Jejak Politik Anak-Anak Amien Rais

3. Menjadi Ketua MPR RI
Pada Pemilu 1999, Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpin Amien Rais memperoleh 7,12 persen suara. PAN berada di urutan kelima setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada 3 Oktober 1999, Amien Rais terpilih menjadi Ketua MPR RI setelah mengalahkan Matori Abdul Djalil. Amien Rais memperoleh 305 suara, sementara Matori 279 suara. Amien pun kemudian memimpin sidang-sidang MPR yang kemudian menghasilkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1516 seconds (11.97#12.26)