78 Tahun Amien Rais, Pimpin Muhammadiyah hingga Dirikan 2 Partai
Selasa, 26 April 2022 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
2. Mendirikan Partai Amanat Nasional
Setelah Soeharto lengser dari kursi Presiden pada 21 Mei 1998, berakhirlah era Orde Baru. Kemudian, muncullah era Reformasi.
Partai politik baru bermunculan. Salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN). Amien yang Rais menjadi salah satu pendiri partai yang dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 tersebut. Amien menjadi ketua umum PAN hingga 2005.
Baca juga: Jejak Politik Anak-Anak Amien Rais
3. Menjadi Ketua MPR RI
Pada Pemilu 1999, Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpin Amien Rais memperoleh 7,12 persen suara. PAN berada di urutan kelima setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pada 3 Oktober 1999, Amien Rais terpilih menjadi Ketua MPR RI setelah mengalahkan Matori Abdul Djalil. Amien Rais memperoleh 305 suara, sementara Matori 279 suara. Amien pun kemudian memimpin sidang-sidang MPR yang kemudian menghasilkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.
Setelah Soeharto lengser dari kursi Presiden pada 21 Mei 1998, berakhirlah era Orde Baru. Kemudian, muncullah era Reformasi.
Partai politik baru bermunculan. Salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN). Amien yang Rais menjadi salah satu pendiri partai yang dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 tersebut. Amien menjadi ketua umum PAN hingga 2005.
Baca juga: Jejak Politik Anak-Anak Amien Rais
3. Menjadi Ketua MPR RI
Pada Pemilu 1999, Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpin Amien Rais memperoleh 7,12 persen suara. PAN berada di urutan kelima setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pada 3 Oktober 1999, Amien Rais terpilih menjadi Ketua MPR RI setelah mengalahkan Matori Abdul Djalil. Amien Rais memperoleh 305 suara, sementara Matori 279 suara. Amien pun kemudian memimpin sidang-sidang MPR yang kemudian menghasilkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.
Lihat Juga :