Ekonomi Nasional Anjlok Imbas Corona, Sandi Minta Pemerintah Genjot UMKM
Jum'at, 19 Juni 2020 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, kata Sandi, 97% sektor UMKM menciptakan lapangan kerja. "Saya yakin kalau fokus pemerintah di bulan April sampai Juni ini sektor ekonomi keluarga, sektor UMKM dan seluruh paket kebijakannya bisa terekseskusi, mestinya akan terjadi suatu revitalisasi atau suatu rebound yang bisa dirasakan ekonomi kita di kuartal ketiga dan kuartal keempat," papar Sandi.
Sehingga pada kuartal pertama 2021, mudah-mudahan Indonesia bisa mencapai tingkat pertumbuhan sebelum pandemi. Tidak hanya itu, tambah Sandi, sektor konsumsi, perdagangan ataupun seluruh sektor yang dapat mendorong ekspor impor juga harus menjadi fokus pemerintah. Lewat surplus neraca perdagangan yang didorong pelaku UMKM sebagai jaring pengaman ekonomi, likuiditas terjaga yang berujung pada pemulihan ekonomi negeri. "Sekarang para UMKM mengeluh, begitu juga usaha-usaha besar mengeluh, setelah penurunan omset yang drastis selama tiga bulan terakhir mereka membutuhkan fasilitas likuiditas," jelas Sandi. (Baca juga: Bangkit di Masa Sulit, Sandiaga Dorong Kolaborasi Antar Pengusaha)
Terkait dengan kesulitan yang dihadapi UKMM, Sandi mengaku tengah melakukan advokasi penyaluran kredit bagi pelaku UMKM yang diberinya nama Kredit Pemulihan Ekonomi Rakyat (Kapera). Besaran pinjaman dalam Kapera mencapai sekitar Rp50 juta per pelaku UMKM yang dijamin oleh pemerintah. Kredit ini diharapkan bisa membantu modal kerja para pelaku UMKM untuk membuka usaha mereka pascarelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Ini yang kita harapkan. Bisa kita wujudkan dalam periode yang tidak terlalu singkat. Bukan hanya paket ekonominya, tapi akselerasi dan eksekusi dari paket ekonomi ini yang sudah lama ditunggu, karena banyak sekali masyarakat di bawah belum merasakan realisasi dari paket-paket ekonomi ini. Itu yang harus jadi fokus kita," ucap Sandi.
Sehingga pada kuartal pertama 2021, mudah-mudahan Indonesia bisa mencapai tingkat pertumbuhan sebelum pandemi. Tidak hanya itu, tambah Sandi, sektor konsumsi, perdagangan ataupun seluruh sektor yang dapat mendorong ekspor impor juga harus menjadi fokus pemerintah. Lewat surplus neraca perdagangan yang didorong pelaku UMKM sebagai jaring pengaman ekonomi, likuiditas terjaga yang berujung pada pemulihan ekonomi negeri. "Sekarang para UMKM mengeluh, begitu juga usaha-usaha besar mengeluh, setelah penurunan omset yang drastis selama tiga bulan terakhir mereka membutuhkan fasilitas likuiditas," jelas Sandi. (Baca juga: Bangkit di Masa Sulit, Sandiaga Dorong Kolaborasi Antar Pengusaha)
Terkait dengan kesulitan yang dihadapi UKMM, Sandi mengaku tengah melakukan advokasi penyaluran kredit bagi pelaku UMKM yang diberinya nama Kredit Pemulihan Ekonomi Rakyat (Kapera). Besaran pinjaman dalam Kapera mencapai sekitar Rp50 juta per pelaku UMKM yang dijamin oleh pemerintah. Kredit ini diharapkan bisa membantu modal kerja para pelaku UMKM untuk membuka usaha mereka pascarelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Ini yang kita harapkan. Bisa kita wujudkan dalam periode yang tidak terlalu singkat. Bukan hanya paket ekonominya, tapi akselerasi dan eksekusi dari paket ekonomi ini yang sudah lama ditunggu, karena banyak sekali masyarakat di bawah belum merasakan realisasi dari paket-paket ekonomi ini. Itu yang harus jadi fokus kita," ucap Sandi.
(cip)
Lihat Juga :