WHO Rekomendasikan Dexamethasone, Dokter Reisa: Hati-hati

Jum'at, 19 Juni 2020 - 16:48 WIB
loading...
WHO Rekomendasikan Dexamethasone,...
Dokter Reisa Broto Asmoro, anggota tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Badan kesehatan dunia atau WHO merilis rekomendasinya untuk penggunaan obat dexamethasone pada kasus Covid-19 berat. Tidak lama setelah rilis ini keluar, banyak yang mencari obat ini. Apakah ini langkah yang tepat?

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan bahwa obat ini merupakan golongan kortikosteroid yang bisa bekerja untuk mengobati peradangan.

“Kalau kita telaah obat dexamethasone ini, ini merupakan obat golongan kortikosteroid. Dexamethasone bekerja dengan cara mengurangi peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Sama steroid yang dihasilkan oleh tubuh secara alami,” jelas Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (19/6/2020).

(Baca: Guru Besar UI: Awas, Dexamethasone Tak Cocok untuk Pencegahan Covid-19)

Reisa mengatakan, sama halnya dengan obat kortikosteroid lain, dexamethasone yang telah digunakan untuk jangka panjang tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba. “Dokter lah yang akan menurunkan dosis secara bertahap sebelum menghentikan obat ini,” tegasnya.

Meskipun harga obat Dexamethasone terjangkau, penggunaan obat ini harus konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. “Agar tidak terjadi efek samping terutama bila memiliki alergi pada makanan, obat, maupun bahan lain yang terkandung di dalamnya,” jelas Reisa.

Reisa pun meminta untuk hati-hati terhadap penggunaan obat ini. Pengguna obat Dexamethasone dalam jangka panjang dalam penghentiannya juga harus dikonsultasikan kepada dokter.

“Namun mohon berhati-hati ya Bapak-Ibu, karena dosis dan lama penggunaan dexamethasone diberikan berdasarkan usia kondisi dan reaksi pasien tersebut terhadap obat. Penderita yang telah mengkonsumsi untuk jangka panjang tidak boleh menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter,” tegas Reisa.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tekan Tingginya Harga...
Tekan Tingginya Harga Obat, PDIP Sarankan Kurangi Jalur Birokrasi
Soroti Harga Obat di...
Soroti Harga Obat di Indonesia Mahal, Nabil Haroen: Perlu Intervensi Negara
Dokter Reisa Broto Asmoro...
Dokter Reisa Broto Asmoro Ajak Lengkapi Vaksinasi Covid-19
Ada Kenaikan Kasus Covid-19,...
Ada Kenaikan Kasus Covid-19, Indonesia Masuk Level 2 WHO
Ivermectin, Klorokuin,...
Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir hingga Plasma Konvalesen Dicabut, Ini Pengganti Obat Covid-19
IDI Sebut 5 Jenis Obat...
IDI Sebut 5 Jenis Obat Ini Tak Bisa Sembuhkan Covid-19, Ada Ivermectin dan Klorokuin
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Efek Kenaikan PPN, Harga...
Efek Kenaikan PPN, Harga Obat Makin Mahal, Orang Miskin Jangan Sakit?
Harga Obat di RI Lebih...
Harga Obat di RI Lebih Mahal 400%, Ini Arahan Jokowi ke Kepala BPOM
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Berita Terkini
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Infografis
Jumlah Dokter di Indonesia...
Jumlah Dokter di Indonesia Kurang dan Tidak Merata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved