Bapak Pembangunan, Julukan untuk Presiden Soeharto yang Diakui Pemimpin ASEAN
Kamis, 21 April 2022 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Di awal kepemimpinannya, Soeharto mengangkat para teknokrat untuk membantunya mengelola Indonesia menuju ke arah lebih baik. Salah satunya adalah Profesor Widjojo Nitisastro yang kemudian merancang Program Repelita pada 1967. Widjojo Nitisastro yang menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kemudian menyusun Program Repelita dibantu oleh sejumlah teknokrat dari lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Mereka antara lain Emil Salim, Ali Wardhana, JB Sumarlin, Saleh Afiff, Subroto, dan Mohammad Sadli.
Program Repelita merupakan program pembangunan dengan menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam lima tahun. Fokus sasaran berganti dalam setiap Repelita menyesuaikan dengan target yang ingin dicapai dalam lima tahun tersebut. Karena itu, selama 30 tahun Soeharto memimpin, program sasaran Repelita I hingga Repelita VI selalu berbeda-beda. Berikut ini rinciannya:
Baca juga: 6 Presiden RI Sudah Punya Julukan, Netizen Mulai Mikir buat Jokowi, Jawabannya Tak Terduga!
Repelita I (1969–1974) bertujuan memenuhi kebutuhan dasar dan infrastruktur dengan penekanan pada bidang pertanian.
Repelita II (1974–1979) bertujuan meningkatkan pembangunan di pulau-pulau selain Jawa, Bali dan Madura, di antaranya melalui transmigrasi.
Repelita III (1979–1984) menekankan bidang industri padat karya untuk meningkatkan ekspor.
Repelita IV (1984–1989) bertujuan menciptakan lapangan kerja baru dan industri.
Repelita V (1989–1994) menekankan bidang transportasi, komunikasi dan pendidikan.
Repelita VI (1994–tidak selesai) bertujuan meningkatkan pembangunan iklim investasi asing dalam rangka menggenjot perekonomian dan industri nasional.
Mengutip situs resmi Kemendikbud, Repelita I dilaksanakan mulai 1 April 1969 atau sehari setelah Presiden Soeharto menandatangani Pengesahan RUU APBN tahun anggaran 1969/1970 pada 31 Maret 1969. Program Repelita terhenti seiring lengsernya Soeharto pada 21 Mei 1998.
Program Repelita merupakan program pembangunan dengan menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam lima tahun. Fokus sasaran berganti dalam setiap Repelita menyesuaikan dengan target yang ingin dicapai dalam lima tahun tersebut. Karena itu, selama 30 tahun Soeharto memimpin, program sasaran Repelita I hingga Repelita VI selalu berbeda-beda. Berikut ini rinciannya:
Baca juga: 6 Presiden RI Sudah Punya Julukan, Netizen Mulai Mikir buat Jokowi, Jawabannya Tak Terduga!
Repelita I (1969–1974) bertujuan memenuhi kebutuhan dasar dan infrastruktur dengan penekanan pada bidang pertanian.
Repelita II (1974–1979) bertujuan meningkatkan pembangunan di pulau-pulau selain Jawa, Bali dan Madura, di antaranya melalui transmigrasi.
Repelita III (1979–1984) menekankan bidang industri padat karya untuk meningkatkan ekspor.
Repelita IV (1984–1989) bertujuan menciptakan lapangan kerja baru dan industri.
Repelita V (1989–1994) menekankan bidang transportasi, komunikasi dan pendidikan.
Repelita VI (1994–tidak selesai) bertujuan meningkatkan pembangunan iklim investasi asing dalam rangka menggenjot perekonomian dan industri nasional.
Mengutip situs resmi Kemendikbud, Repelita I dilaksanakan mulai 1 April 1969 atau sehari setelah Presiden Soeharto menandatangani Pengesahan RUU APBN tahun anggaran 1969/1970 pada 31 Maret 1969. Program Repelita terhenti seiring lengsernya Soeharto pada 21 Mei 1998.
Lihat Juga :