Jadikan Mudik Momentum Bangkit dari Pandemi
Rabu, 20 April 2022 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Tentu semuanya tidak ingin mimpi buruk pengetatan aktivitas warga seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau apapun istilahnya kembali diberlakukan lagi. Berangkat dari pengalaman pahit bangsa ini dalam menghadapi pandemi tersebut, maka mudik Lebaran 2022 harus menjadi momentum untuk saling menguatkan, bukan ajang melemahkan.
Komitmen ini tentu tidak enteng. Pemerintah sendiri selain sibuk merekayasa lalu lintas mudik, juga telah mengatur rinci bagaimana masyarakat berinteraksi saat Ramadan hingga Lebaran. Agar terhindar dari potensi terpapar Covid-19 misalnya, program vaksinasi booster tak henti digencarkan. Bahkan Presiden Joko Widodo pun mewanti-wanti agar ketika masyarakat menggelar halal bi halal berskala besar, maka acara makan dan minum diminta ditiadakan.
Demikian juga terkait ibadah, Menteri Agama melalui Surat Edaran No 8/2022 telah rinci mengatur bagaimana umat beraktivitas saat Ramadan dan Idul Fitri. Banyak hal diatur di regulasi ini seperti jamaah tarawih, pengumpulan zakat, hingga salat Idulfitri.
Namun semua regulasi di atas tak akan banyak berarti jika masyarakat sendiri tidak memiliki kesadaran bersama untuk saling menjaga dan menguatkan. Kesadaran ini harus saatnya dikokohkan dan berangkat dari ketulusan pribadi, bukan karena faktor pengawasan, adanya sanksi dan lain sebagainya.
Mudik Lebaran tahun ini saatnya dijadikan laboratorium bangsa. Jika bangsa ini sukses melewati ujian mudik Lebaran ini, maka diyakini akan kian mudah menapaki tantangan kebangkitan dari pandemi. Mudik tahun ini juga tercatat sebagai pergerakan besar manusia. Keberhasilan Indonesia dalam mengelola tradisi luhur ini tentu akan menjadi pijakan bangsa lain menghadapi pandemi secara arif.
Komitmen ini tentu tidak enteng. Pemerintah sendiri selain sibuk merekayasa lalu lintas mudik, juga telah mengatur rinci bagaimana masyarakat berinteraksi saat Ramadan hingga Lebaran. Agar terhindar dari potensi terpapar Covid-19 misalnya, program vaksinasi booster tak henti digencarkan. Bahkan Presiden Joko Widodo pun mewanti-wanti agar ketika masyarakat menggelar halal bi halal berskala besar, maka acara makan dan minum diminta ditiadakan.
Demikian juga terkait ibadah, Menteri Agama melalui Surat Edaran No 8/2022 telah rinci mengatur bagaimana umat beraktivitas saat Ramadan dan Idul Fitri. Banyak hal diatur di regulasi ini seperti jamaah tarawih, pengumpulan zakat, hingga salat Idulfitri.
Namun semua regulasi di atas tak akan banyak berarti jika masyarakat sendiri tidak memiliki kesadaran bersama untuk saling menjaga dan menguatkan. Kesadaran ini harus saatnya dikokohkan dan berangkat dari ketulusan pribadi, bukan karena faktor pengawasan, adanya sanksi dan lain sebagainya.
Mudik Lebaran tahun ini saatnya dijadikan laboratorium bangsa. Jika bangsa ini sukses melewati ujian mudik Lebaran ini, maka diyakini akan kian mudah menapaki tantangan kebangkitan dari pandemi. Mudik tahun ini juga tercatat sebagai pergerakan besar manusia. Keberhasilan Indonesia dalam mengelola tradisi luhur ini tentu akan menjadi pijakan bangsa lain menghadapi pandemi secara arif.
(bmm)
Lihat Juga :