Pengamat Nilai Kinerja Erick Thohir Sudah Sejalan dengan Visi Jokowi
Kamis, 18 Juni 2020 - 19:29 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir melakukan berbagai terobosan untuk membenahi BUMN, terus bergerak dan melakukan langkah strategis di tubuh kementeriannya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan berbagai terobosan untuk membenahi BUMN. Sejak dipercaya memimpin Kementerian BUMN, Erick juga terus bergerak dan melakukan langkah strategis di tubuh kementeriannya.
(Baca juga: Langkah Erick Thohir Restrukturisasi Sejumlah BUMN Mendapat Dukungan)
Hal tersebut dikatakan oleh Peneliti Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo. Menurutnya, langkah strategis itu seperti jabatan deputi dari tujuh, kini menjadi tiga. Kata Karyono, Erick melaksanakan arahan Presiden Jokowi yaitu penyederhanaan birokrasi.
"Kalau saya membaca arah kebijakan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN, kelihatannya dia lebih fokus pada tujuan untuk memperkuat posisi BUMN. Misalnya dari sisi birokrasi di Kementerian BUMN, manajemen, struktur direksi dan komisaris. Berbeda dengan di era menteri BUMN sebelumnya pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi," kata Karyono, Kamis (18/6/2020).
(Baca juga: DPR Resmi Bentuk Timwas Pemulihan Ekonomi dan Penegakkan Hukum)
Usai membenahi birokrasi, Erick memulai penutupan total sejumkah anak dan cucu perusahaan BUMN. Erick memandang kebijakan ini merupakan bagian dari rasionalisasi dan efisiensi perusahaan-perusahaan BUMN. Erick juga berencana menggabungkan BUMN yang bergarak di bidang pangan dan berharap, BUMN dapat mengurangi impor, dan di kemudian hari bisa mewujudkan ketahanan pangan.
"Memperkuat posisi BUMN ini, mungkin hanya langkah awal. Erick Thohir ingin agar BUMN bisa bersaing dengan swasta. Jadi yang muncul di permukaan sih seperti itu kalau kita baca. Intinya menyehatkan BUMN, makanya ada perombakan dan perampingan. Beberapa BUMN yang tidak sehat dibekukan. Kemudian dari manajemen SDM, dia mencoba mengedepankan profesionalisme," ujar Karyono.
(Baca juga: Langkah Erick Thohir Restrukturisasi Sejumlah BUMN Mendapat Dukungan)
Hal tersebut dikatakan oleh Peneliti Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo. Menurutnya, langkah strategis itu seperti jabatan deputi dari tujuh, kini menjadi tiga. Kata Karyono, Erick melaksanakan arahan Presiden Jokowi yaitu penyederhanaan birokrasi.
"Kalau saya membaca arah kebijakan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN, kelihatannya dia lebih fokus pada tujuan untuk memperkuat posisi BUMN. Misalnya dari sisi birokrasi di Kementerian BUMN, manajemen, struktur direksi dan komisaris. Berbeda dengan di era menteri BUMN sebelumnya pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi," kata Karyono, Kamis (18/6/2020).
(Baca juga: DPR Resmi Bentuk Timwas Pemulihan Ekonomi dan Penegakkan Hukum)
Usai membenahi birokrasi, Erick memulai penutupan total sejumkah anak dan cucu perusahaan BUMN. Erick memandang kebijakan ini merupakan bagian dari rasionalisasi dan efisiensi perusahaan-perusahaan BUMN. Erick juga berencana menggabungkan BUMN yang bergarak di bidang pangan dan berharap, BUMN dapat mengurangi impor, dan di kemudian hari bisa mewujudkan ketahanan pangan.
"Memperkuat posisi BUMN ini, mungkin hanya langkah awal. Erick Thohir ingin agar BUMN bisa bersaing dengan swasta. Jadi yang muncul di permukaan sih seperti itu kalau kita baca. Intinya menyehatkan BUMN, makanya ada perombakan dan perampingan. Beberapa BUMN yang tidak sehat dibekukan. Kemudian dari manajemen SDM, dia mencoba mengedepankan profesionalisme," ujar Karyono.