Berharap Ramadan Pacu Daya Beli Masyarakat
Selasa, 12 April 2022 - 17:13 WIB
loading...
Konsumsi masyarakat meningkat pada momentum Ramadan ini sehingga diharapkan akan ikut mempercepat pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
RAMADAN menjadi faktor musiman yang berdampak kuat mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, konsumsi meningkat selama Ramadan dan pertumbuhan konsumsi rumah tangga merupakan salah satu motor penggerak perekonomian nasional.
Kecenderungan masyarakat meningkatkan belanja selama Ramadan mendorong bertambahnya permintaan terhadap suplai rupiah. Bank Indonesia pun mengambil kebijakan meningkatkan pasokan uang beredar guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perputaran uang pada tahun ini bisa lebih cepat dibandingkan dengan tahun lalu lantaran pandemi Covid-19 yang mulai reda dan mengarah pada kondisi endemi. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat mengalami perbaikan.
Momentum Ramadan juga akan membuat ekonomi daerah terdorong karena akan terjadi peningkatan konsumsi dari para pemudik. Hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah orang yang akan mudik tahun ini hampir 80 juta orang. Loniakan jumlah pemudik tahun ini dipicu oleh pelonggaran syarat perjalanan oleh pemerintah.
Adapun daerah tujuan perjalanan mudik terbesar yakni Jawa Tengah 21,3 juta orang (26,8%), disusul Jawa Timur 15 juta orang (18,8%, dan Jawa Barat 11,9 juta orang (15%). Khusus masyarakat asal Jabodetabek yang akan mudik jumlahnya diperkirakan mencapai 13 juta orang.
Kecenderungan masyarakat meningkatkan belanja selama Ramadan mendorong bertambahnya permintaan terhadap suplai rupiah. Bank Indonesia pun mengambil kebijakan meningkatkan pasokan uang beredar guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perputaran uang pada tahun ini bisa lebih cepat dibandingkan dengan tahun lalu lantaran pandemi Covid-19 yang mulai reda dan mengarah pada kondisi endemi. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat mengalami perbaikan.
Momentum Ramadan juga akan membuat ekonomi daerah terdorong karena akan terjadi peningkatan konsumsi dari para pemudik. Hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah orang yang akan mudik tahun ini hampir 80 juta orang. Loniakan jumlah pemudik tahun ini dipicu oleh pelonggaran syarat perjalanan oleh pemerintah.
Adapun daerah tujuan perjalanan mudik terbesar yakni Jawa Tengah 21,3 juta orang (26,8%), disusul Jawa Timur 15 juta orang (18,8%, dan Jawa Barat 11,9 juta orang (15%). Khusus masyarakat asal Jabodetabek yang akan mudik jumlahnya diperkirakan mencapai 13 juta orang.
Lihat Juga :