Presiden Perlu Mengambil Pelajaran dari Kasus Stafsus Andi dan Belva
Jum'at, 24 April 2020 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, di balik sikap mundur Belva dan Andi Taufan ada pelajaran yang bisa dipetik. Bagi generasi milenial agar tidak hanya memiliki keahlian dan prestasi gemilang, tapi juga harus memiliki moral dan integritas tinggi yang jauh dari mental korupsi. Selain sebagai pelajaran untuk generasi milenial, kasus Belva dan Andi Taufan juga harus menjadi pelajaran bagi setiap pejabat pemerintahan agar selalu menjaga integritas dan moralitas, tidak menyalahgunakan wewenang.
"Sikap positif dari Belva dan Andi yang berani mengambil sikap mundur dari jabatan juga patut menjadi contoh bagi setiap pejabat pemerintahan dan penyelenggara negara yang lain," ucapnya.
Terakhir, dia berharap agar peristiwa Belva Devara dan Andi Taufan bisa menjadi pelajaran bagi Presiden Jokowi ke depan, agar lebih hati-hati dalam menunjuk dan mengangkat seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, terlebih jabatan staf khusus cukup melekat dalam diri presiden.
Menurutnya, sikap kehati-hatian diperlukan agar para pejabat yang ditunjuk atau diangkat bisa menunjang kinerja presiden dan yang lebih penting lagi tidak menyalahgunakan wewenang serta tidak menimbulkan persoalan lainnya di kemudian hari.
"Peristiwa tersebut bisa menjadi bahan evaluasi dan introspeksi Presiden agar tidak asal milenial dalam memberikan peran pada generasi muda. Untuk mengangkat seseorang sudah tentu diperlukan persyaratan rekam jejak dari berbagai aspek, tidak hanya mengedepankan prestasi dalam satu bidang tertentu," katanya. rakhmat
"Sikap positif dari Belva dan Andi yang berani mengambil sikap mundur dari jabatan juga patut menjadi contoh bagi setiap pejabat pemerintahan dan penyelenggara negara yang lain," ucapnya.
Terakhir, dia berharap agar peristiwa Belva Devara dan Andi Taufan bisa menjadi pelajaran bagi Presiden Jokowi ke depan, agar lebih hati-hati dalam menunjuk dan mengangkat seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, terlebih jabatan staf khusus cukup melekat dalam diri presiden.
Menurutnya, sikap kehati-hatian diperlukan agar para pejabat yang ditunjuk atau diangkat bisa menunjang kinerja presiden dan yang lebih penting lagi tidak menyalahgunakan wewenang serta tidak menimbulkan persoalan lainnya di kemudian hari.
"Peristiwa tersebut bisa menjadi bahan evaluasi dan introspeksi Presiden agar tidak asal milenial dalam memberikan peran pada generasi muda. Untuk mengangkat seseorang sudah tentu diperlukan persyaratan rekam jejak dari berbagai aspek, tidak hanya mengedepankan prestasi dalam satu bidang tertentu," katanya. rakhmat
(cip)
Lihat Juga :