Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel Ajak Aktivis Mahasiswa Jadi Penguasa Ekonomi
Senin, 11 April 2022 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
"Angka ini bukan untuk menakut-nakuti, bukan untuk membuat kecut dan kecil hati, juga bukan untuk membangkitkan sentimen negatif keagamaan, tapi justru harus menjadi motivasi untuk bangun, untuk bangkit. Umat Islam, khususnya para aktivis mahasiswa, harus selalu berpikir positif dan berwawasan ke depan," katanya.
Menurut Gobel, saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi. Sekitar 70,72% penduduknya berada di usia produktif. "Rata-rata usia penduduk Indonesia sekitar 28-29 tahun. Jadi ini momentum yang sangat bagus untuk menggenjot ekonomi," katanya.
Baca juga: Mahasiswa Bentrok di Kendari, Lemparan Batu Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Gobel menyatakan, Indonesia adalah negeri yang kaya raya. "Kaya sumber daya alam. Tanahnya subur, kaya aneka ragam flora dan fauna. Dulu, penjajah datang untuk menguasai rempah-rempah dan aneka hasil pertanian dan perkebunan. Laut kita juga kaya. Bahkan produk berbasis budaya pun berlimpah seperti tekstil tradisional, mebel, kuliner, maupun hasil kerajinan tangan lainnya. Jadi kita harus kembali ke jati diri kita," katanya.
Karena itu, kata Gobel, jangan sia-siakan kekayaan alam dan kekayaan budaya tersebut. "Negeri ini membutuhkan pemuda untuk mengelola semuanya. Jika tidak, maka orang lain yang akan mengambilnya," katanya.
Menurut Gobel, saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi. Sekitar 70,72% penduduknya berada di usia produktif. "Rata-rata usia penduduk Indonesia sekitar 28-29 tahun. Jadi ini momentum yang sangat bagus untuk menggenjot ekonomi," katanya.
Baca juga: Mahasiswa Bentrok di Kendari, Lemparan Batu Dibalas Tembakan Gas Air Mata
Gobel menyatakan, Indonesia adalah negeri yang kaya raya. "Kaya sumber daya alam. Tanahnya subur, kaya aneka ragam flora dan fauna. Dulu, penjajah datang untuk menguasai rempah-rempah dan aneka hasil pertanian dan perkebunan. Laut kita juga kaya. Bahkan produk berbasis budaya pun berlimpah seperti tekstil tradisional, mebel, kuliner, maupun hasil kerajinan tangan lainnya. Jadi kita harus kembali ke jati diri kita," katanya.
Karena itu, kata Gobel, jangan sia-siakan kekayaan alam dan kekayaan budaya tersebut. "Negeri ini membutuhkan pemuda untuk mengelola semuanya. Jika tidak, maka orang lain yang akan mengambilnya," katanya.
Lihat Juga :