Senang Dengar Ravio Patra Bebas, Mardani: Reformasi Jangan Dibajak dengan Aksi Otoriter
Jum'at, 24 April 2020 - 18:51 WIB
loading...
Mardani Ali Sera. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR Mardani Ali Sera mengaku senang mendengar pembebasan aktivis Ravio Patra. Namun, dirinya mengkritik aksi penangkapan yang dilakukan kepolisian telah mencoreng tatanan demokrasi di Indonesia.
"Ini parah. Demokrasi jangan dibajak dengan cara-cara otoriter. Reformasi mahal dan jangan dibajak dengan aksi-aksi otoriter," celetuk Mardani saat dihubungi SINDOnews, Jumat (24/4/2020).
Tak cuma itu, ia menilai penangkapan Ravio Patra juga harus diusut tuntas. Bukan tidak mungkin ada aktor atau oknum yang bermain di belakang aksi tersebut. "Siapa pun yang bermain mesti diselidiki," ujarnya..
Mardani juga menilai pemerintah harus melindungi setiap warganya dengan menjunjung asas praduga tak bersalah dan nilai demokrasi yang selama ini sudah ada di Indonesia. Menurutnya, pemerintah harus bersyukur terhadap segala kritik dari publik, bukan sebaliknya menjadikan hal itu sebagai bentuk ujaran kebencian.
"Pemerintah jangan tipis kuping. Justru pemerintah mesti bersyukur memiliki publik yang kritis karena akan mencegah kebijakan publik dibajak kelompok dan kepentingan tertentu," pungkasnya.
"Ini parah. Demokrasi jangan dibajak dengan cara-cara otoriter. Reformasi mahal dan jangan dibajak dengan aksi-aksi otoriter," celetuk Mardani saat dihubungi SINDOnews, Jumat (24/4/2020).
Tak cuma itu, ia menilai penangkapan Ravio Patra juga harus diusut tuntas. Bukan tidak mungkin ada aktor atau oknum yang bermain di belakang aksi tersebut. "Siapa pun yang bermain mesti diselidiki," ujarnya..
Mardani juga menilai pemerintah harus melindungi setiap warganya dengan menjunjung asas praduga tak bersalah dan nilai demokrasi yang selama ini sudah ada di Indonesia. Menurutnya, pemerintah harus bersyukur terhadap segala kritik dari publik, bukan sebaliknya menjadikan hal itu sebagai bentuk ujaran kebencian.
"Pemerintah jangan tipis kuping. Justru pemerintah mesti bersyukur memiliki publik yang kritis karena akan mencegah kebijakan publik dibajak kelompok dan kepentingan tertentu," pungkasnya.
Lihat Juga :