TNI AU HUT ke-76, Berikut Sejarah Terbentuknya Penjaga Wilayah Udara Indonesia Ini

Sabtu, 09 April 2022 - 09:25 WIB
loading...
A A A
Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Angkatan Udara. Berbagai peristiwa sejarah mewarnai perjalanan TNI AU untuk menjadi sebuah angkatan perang. Diawali dengan berdirinya Badan Keamanan Rakyat Bagian Udara, kemudian berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat Jawatan Penerbangan.

Baca: HUT ke-74, KSAU Yakin Paskhas Setara Pasukan Elite Dunia

Kemudian berkembang menjadi Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara. Pesawat-pesawat bekas rampasan penjajah Jepang seperti pesawat Cureng, Cukiu, Nishikoreng, Guntei, Sansikisin dan Hayabusha menjadi kekuatan utama saat itu.

TNI AU sejak kemerdekaan sudah berhasil menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa. Komodor Udara Agustinus Adisutjipto pada 27 Oktober 1945 berhasil untuk pertama kalinya menerbangkan pesawat Cureng dengan identitas merah putih di langit Indonesia.

Keberhasilan itu yang menggerakkan semangat juang para pemuda untuk berusaha mengembangkan kekuatan udara nasional. Pada 29 Juli 1947, operasi udara pertama kali juga berhasil dilakukan oleh para Kadet yaitu Kadet penerbang Mulyono, Kadet penerbang Sitardjo Sigit, dan Kadet penerbang Suharnoko Harbani dengan menyerang markas militer Belanda di Kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Baca juga: HUT ke-74, Wing 1 Korpaskhas dan MNC Peduli Gelar Sunatan Massal dan Bagikan Sembako

Operasi udara ini dilakukan sebagai serangan balasan terhadap Agresi Militer Belanda pertama yang dilakukannya dengan menyerang kekuatan udara Republik Indonesia yang berpusat di Pangkalan Udara Maguwo, Bugis, Maospati, Panasan, Cibeureum, dan Kalijati. Lalu, pada 17 Oktober 1947 dilaksanakan penerobosan blokade Belanda melalui udara di Kalimantan dengan melakukan Operasi Lintas Udara dengan menerjunkan 13 orang pasukan payung.

Pada bidang yang lain, para personel perhubungan TNI Angkatan Udara juga berperan aktif mendukung jaringan komunikasi dalam perang gerilya dengan mendirikan berbagai pemancar radio seperti Stasiun Radio PHB ZZ di Payakumbuh, Stasiun Radio UDO, dan Stasiun Radio PD 2 di Kutaraja serta Stasiun Radio NBM di Lhok Nga, Aceh, serta Stasiun Radio SNM di Burma yang memberitakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke luar negeri.

TNI AU pada periode 1950-1959 melakukan pengembangan dan konsolidasi dengan menggantikan alat utama sistem persenjataan (alutsista) peninggalan Jepang. Kala itu, Dirgantara Indonesia mulai dihiasi dengan kehadiran pesawat-pesawat lebih modern seperti P-51 Mustang, B-25 Mitchel, B-26 Invander, C-47 Dakota, AT-16 Harvard, Piper Cub L-4J, Cessna L-19, Cessna 180, Albatros, Vampire Trainer DH-115, Piper Cub, Mark-2 Auster, PBY Catalina, IL-28 Ilyusin, Mig-15, Mig-17, Bell 47G-2 Trooper, MI-4, SM-1, IL-14 Avia, BT-13 Valiant, Hiller-360 Utility, Bell-47G.

Baca: Ada Display Miniatur Pesawat Tempur di Pameran HUT TNI AU

TNI AU pada periode ini melaksanakan tugas dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara. TNI AU berhasil melaksanakan berbagai operasi penumpasan pemberontakan secara gemilang. Di antaranya, operasi penumpasan pemberontakan PKI Madiun, PRRI/Permesta, Republik Maluku Selatan, dan DI/TII.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Liburan Lebih Fleksibel...
Liburan Lebih Fleksibel Tanpa Kerumitan dengan Cicilan 0%
Berita Terkini
Don Ritto Dilimpahkan...
Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Korupsi dan TPPU
Brigjen Pol Irhamni:...
Brigjen Pol Irhamni: Kolaborasi Aparat Penegak Hukum Jadi Kunci Jerat Mafia Lingkungan
Laporan Gratifikasi...
Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Ditolak, KPK Ungkap Alasannya
Polisi Pastikan Emas...
Polisi Pastikan Emas 74 Kg Sitaan dari Rumah Febrie Adriansyah Asli
Don Ritto Bungkam saat...
Don Ritto Bungkam saat Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Penampakannya
Febrie Adriansyah Mulai...
Febrie Adriansyah Mulai Diperiksa Kejagung, Hotman Paris: Sebagai Tersangka
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved