Politikus PDIP Ini Minta Pemilu 2024 Mulai Dipersiapkan dengan Matang
Kamis, 07 April 2022 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemendagri Sebut Tahapan Pemilu Akan Dimulai 14 Juni 2022
"Belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya, banyak sekali penyelenggara pemilu di daerah yang jatuh sakit hingga meninggal karena beban yang berat. Dipastikan pada pemilu 2024 beban itu kian bertambah," katanya.
Mempertimbangkan beban yang berat itu, maka sangat perlu bagi KPU dan Bawaslu merekrut penyelenggara pemilu yang sehat jasmani dan rohani, serta telah berpengalaman. Para penyelenggara pemilu mulai dari TPS hingga ke tingkat atas difokuskan tidak memiliki penyakit bawaan kategori berat, seperti gejala jantung, darah tinggi, stroke, dan lain-lain.
Said berharap semua pihak dalam kapasitasnya masing masing bahu-membahu berkontribusi pada pelaksanaan pemilu dan pilkada 2024 makin berkualitas. Menjauhkan penggunaan strategi pemenangan calon peserta pemilu yang menghalalkan segala cara. Tragedi pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2014 yang membelah rakyat, serta munculnya kelompok cebong dan kampret, tidak perlu terulang lagi.
"Kita jauhkan pemilu dan pilkada 2024 dari penggunaan sentimen suku, agama dan ras, digantikan dengan debat jalan pembangunan dan program programnya. Semua itu akan terwujud bila KPU dan Bawaslu sebagai wasit dan hakim garis berani bertindak tegas dan profesional," katanya.
"Belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya, banyak sekali penyelenggara pemilu di daerah yang jatuh sakit hingga meninggal karena beban yang berat. Dipastikan pada pemilu 2024 beban itu kian bertambah," katanya.
Mempertimbangkan beban yang berat itu, maka sangat perlu bagi KPU dan Bawaslu merekrut penyelenggara pemilu yang sehat jasmani dan rohani, serta telah berpengalaman. Para penyelenggara pemilu mulai dari TPS hingga ke tingkat atas difokuskan tidak memiliki penyakit bawaan kategori berat, seperti gejala jantung, darah tinggi, stroke, dan lain-lain.
Said berharap semua pihak dalam kapasitasnya masing masing bahu-membahu berkontribusi pada pelaksanaan pemilu dan pilkada 2024 makin berkualitas. Menjauhkan penggunaan strategi pemenangan calon peserta pemilu yang menghalalkan segala cara. Tragedi pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilu 2014 yang membelah rakyat, serta munculnya kelompok cebong dan kampret, tidak perlu terulang lagi.
"Kita jauhkan pemilu dan pilkada 2024 dari penggunaan sentimen suku, agama dan ras, digantikan dengan debat jalan pembangunan dan program programnya. Semua itu akan terwujud bila KPU dan Bawaslu sebagai wasit dan hakim garis berani bertindak tegas dan profesional," katanya.
(abd)
Lihat Juga :