Penerapan New Normal Tak Sesuai Protokol Kesehatan Bisa Picu Gelombang Kedua COVID-19

Kamis, 18 Juni 2020 - 07:55 WIB
loading...
Penerapan New Normal...
Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen mengatakan penerapan kenormalan baru (New Normal) memang harus sesuai dengan kaidah dan protokol kesehatan serta keamanan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen mengatakan penerapan kenormalan baru ( New Normal ) memang harus sesuai dengan kaidah dan protokol kesehatan serta keamanan. Menurutnya, beberapa negara lain sangat berhati-hati dalam menerapkan kebijakan New Normal itu.

"Di antaranya dengan mengevaluasi tiap hari area perbatasan, jalur transportasi, dan data-data terkait dengan COVID-19," tuturnya kepada SINDOnews, Kamis (18/6/2020). (Baca juga: Angka Kasus Positif Covid-19 Indonesia Tertinggi di ASEAN)

Pria yang akrab disapa Gus Nabil ini menegaskan seharusnya New Normal memang harus diberlakukan secara ketat. Karena jika tidak, penerapan New Normal yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan dan keamanan akan menjadi bencana di kemudian hari.

Gus Nabil sendiri melihat saat ini pemerintah berusaha menyeimbangkan antara protokol kesehatan dan dukungan kepada sektor ekonomi. Sehingga, hal ini disebutnya memang tidak mudah. Maka itu, harus ada kedisiplinan pelbagai pihak, terutama penerapan kebijakan yang ketat disertai kesediaan warga untuk menaati aturan yang ada. (Baca juga: Update Corona Indonesia 17 Juni 2020: 41.431 Orang Positif, 16.243 Sembuh, dan 2.276 Meninggal)

"Maka, pemerintah harus terus menerus mengevaluasi kebijakan ini, jangan sampai menjadi bencana baru serta merugikan pelbagai pihak. Ingat, di berbagai negara, gelombang kedua virus dengan pelbagai varian sudah mengintai. Kita harus bersiap dengan antisipasi dan kebijakan yang tepat," jelas Ketua Umum PP Pagar Nusa NU ini.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Presiden Jokowi: Kalau...
Presiden Jokowi: Kalau Sudah Masuk Endemi, Kena Covid-19 Bayar
Presiden Jokowi Segera...
Presiden Jokowi Segera Cabut Status Pandemi Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
WHO Cabut Status Covid-19...
WHO Cabut Status Covid-19 sebagai Darurat Kesehatan Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved