163 Bencana Banjir Terjadi di 27 Provinsi Selama Maret 2022
Jum'at, 01 April 2022 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
“Di 2022, kita punya 163 kali, sedangkan 2021 kita punya 156 kali. Padahal di 2021 kita masih terdampak La Nina, sedangkan di 2022 ini meskipun masih ada efeknya tapi seharusnya sudah mulai melemah dibandingkan dengan 2021,” paparnya.
Pada kenyataannya, Aam mengatakan jumlah kejadian banjir yang dilaporkan dan ditangani oleh BNPB maupun BPBD itu lebih banyak dibanding tahun 2021. “Akibatnya, meskipun dari sisi korban terdampak itu lebih sedikit. Tetapi korban mengungsi itu jauh lebih banyak di Maret 2022 ini. Korban mengungsi pada bulan Maret 2022 itu 24.000 orang sedangkan di bulan Maret 2021 itu 3.200 orang,” kata dia.
Bahkan, kata Aam jumlah korban mengungsi pada tahun Maret 2022 akibat banjir ini 7 kali lipat lebih besar dibandingkan pada Maret 2021. “Sehingga korban mengungsi akibat banjir di 2022, itu 7 kali lipat lebih besar dibandingkan Maret 2021. Artinya eskalasi dari bencana ini, itu jauh-jauh lebih besar ketimbang Maret 2021,” katanya.
“Sedangkan harusnya secara normal kita di bulan Maret ini sudah mulai masuk pancaroba yang karakteristik hidrometeorologinya itu sebenarnya hujan intensitas tinggi dalam durasi pendek. Tetapi pada kenyataannya masih banyak terjadi hujan intensitas tinggi dengan durasi panjang sehingga eskalasi daerah terdampak banjir itu banyak sangat luas,” papar Aam.
Pada kenyataannya, Aam mengatakan jumlah kejadian banjir yang dilaporkan dan ditangani oleh BNPB maupun BPBD itu lebih banyak dibanding tahun 2021. “Akibatnya, meskipun dari sisi korban terdampak itu lebih sedikit. Tetapi korban mengungsi itu jauh lebih banyak di Maret 2022 ini. Korban mengungsi pada bulan Maret 2022 itu 24.000 orang sedangkan di bulan Maret 2021 itu 3.200 orang,” kata dia.
Bahkan, kata Aam jumlah korban mengungsi pada tahun Maret 2022 akibat banjir ini 7 kali lipat lebih besar dibandingkan pada Maret 2021. “Sehingga korban mengungsi akibat banjir di 2022, itu 7 kali lipat lebih besar dibandingkan Maret 2021. Artinya eskalasi dari bencana ini, itu jauh-jauh lebih besar ketimbang Maret 2021,” katanya.
“Sedangkan harusnya secara normal kita di bulan Maret ini sudah mulai masuk pancaroba yang karakteristik hidrometeorologinya itu sebenarnya hujan intensitas tinggi dalam durasi pendek. Tetapi pada kenyataannya masih banyak terjadi hujan intensitas tinggi dengan durasi panjang sehingga eskalasi daerah terdampak banjir itu banyak sangat luas,” papar Aam.
(muh)
Lihat Juga :