PKB Desak Pemerintah Gerak Cepat Atasi Banjir demi Selamatkan Lumbung Pangan Nasional
Jum'at, 23 Januari 2026 - 18:29 WIB
loading...
Wakil Ketua Harian DPP PKB, Najmi Mumtaza Rabbany, mendesak pemerintah segera mengambil langkah luar biasa dalam menangani dampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) mendesak pemerintah segera mengambil langkah luar biasa dalam menangani dampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah. Hal itu penting untuk menyelamatkan lumbung pangan nasional.
Wakil Ketua Harian DPP PKB, Najmi Mumtaza Rabbany, yang akrab disapa Gus Najmi, mengatakan, banjir yang merendam ribuan hektare sawah dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai bencana rutin, melainkan ancaman serius terhadap kedaulatan pangan nasional dan keberlangsungan hidup petani.
Gus Najmi menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi para petani yang sawahnya terendam banjir, khususnya di kawasan Pantura Jawa seperti Demak, Kudus, dan Pati, serta sejumlah wilayah di Sumatera dan Sulawesi.
“Petani adalah pahlawan pangan kita. Ketika mereka kehilangan sawah, modal, dan harapan, negara tidak boleh hadir setengah-setengah. Ini bukan sekadar soal banjir, tapi soal masa depan pangan dan kesejahteraan rakyat kecil,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem hingga 29 Januari, Jakarta-Banten Awas
Wakil Ketua Harian DPP PKB, Najmi Mumtaza Rabbany, yang akrab disapa Gus Najmi, mengatakan, banjir yang merendam ribuan hektare sawah dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai bencana rutin, melainkan ancaman serius terhadap kedaulatan pangan nasional dan keberlangsungan hidup petani.
Gus Najmi menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi para petani yang sawahnya terendam banjir, khususnya di kawasan Pantura Jawa seperti Demak, Kudus, dan Pati, serta sejumlah wilayah di Sumatera dan Sulawesi.
“Petani adalah pahlawan pangan kita. Ketika mereka kehilangan sawah, modal, dan harapan, negara tidak boleh hadir setengah-setengah. Ini bukan sekadar soal banjir, tapi soal masa depan pangan dan kesejahteraan rakyat kecil,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem hingga 29 Januari, Jakarta-Banten Awas
Lihat Juga :