Podcast Aksi Nyata Partai Perindo: Pemilu 2024 Kontestasi Popularitas
Kamis, 31 Maret 2022 - 19:17 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Advokasi, Christophorus Taufik, dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (31/3/2022). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) Bidang Hukum dan Advokasi, Christophorus Taufik menilai, pemilihan umum ( Pemilu ) di Indonesia layaknya ajang popularitas. Hal tersebut berkaca pada pemilihan calon legislatif (Caleg) pada tahun 2019.
Baca juga: Bawaslu dan Tantangan Pengawasan Pemilu 2024
Christophorus mengatakan, banyak orang yang memiliki kualitas tapi tidak bisa menunjukkan taringnya pada kontestasi pemilu. Hal itu, karena tidak ada popularitas yang melekat pada dirinya.
"Jadi orang-orang yang berkualitas, tetapi dia tidak punya popularitas, hasilnya tidak ada jalan untuk muncul. Coba, di mana channelnya, kalau dia enggak populer?" ujar Christophorus dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (31/3/2022).
Lanjut dia, hal tersebut juga berlaku sebaliknya. Menurut Christophorus, mereka yang memiliki popularitas tinggi tapi tidak senada dengan kapabilitas kerap terpilih dalam ajang pemilu.
"Tetapi sebaliknya, orang-orang yang punya popularitas tetapi dia tidak punya kapabilitas, bisa saja dia kepilih. Kenyataannya seperti itu," jelasnya.
Baca juga: Bawaslu dan Tantangan Pengawasan Pemilu 2024
Christophorus mengatakan, banyak orang yang memiliki kualitas tapi tidak bisa menunjukkan taringnya pada kontestasi pemilu. Hal itu, karena tidak ada popularitas yang melekat pada dirinya.
"Jadi orang-orang yang berkualitas, tetapi dia tidak punya popularitas, hasilnya tidak ada jalan untuk muncul. Coba, di mana channelnya, kalau dia enggak populer?" ujar Christophorus dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (31/3/2022).
Lanjut dia, hal tersebut juga berlaku sebaliknya. Menurut Christophorus, mereka yang memiliki popularitas tinggi tapi tidak senada dengan kapabilitas kerap terpilih dalam ajang pemilu.
"Tetapi sebaliknya, orang-orang yang punya popularitas tetapi dia tidak punya kapabilitas, bisa saja dia kepilih. Kenyataannya seperti itu," jelasnya.
Lihat Juga :