Ini Strategi KPU Genjot Partisipasi Pemilih Pada Pilkada 2020
Rabu, 17 Juni 2020 - 18:39 WIB
loading...
Ketua KPU Arief Budiman menyatakan pihaknya akan melakukan sejumlah hal untuk meyakinkan pemilih datang ke TPS pada Pilkada Serentak 2020. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi COVID-19 juga menjadi concern Komisi Pemilihan Umum (KPU) . Untuk itu, KPU melakukan sejumlah hal untuk meyakinkan pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna menggunakan hak pilihnya.
"Pertama, KPU dalam menyusun regulasinya mengedepankan dua hal penting, kesehatan dan keselamatan untuk siapa? Untuk seluruh pihak, untuk penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan masyarakat pemilih," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi virtual Fokus SINDO yang bertajuk "Pilkada 2020, Realistiskah?" yang dipandu oleh jurnalis SINDOnews, Bakti Munir di kanal resmi SINDOnews, Rabu (17/6/2020).
Karena itu, Arief menjelaskan, KPU mengatur kebutuhan pendukung kesehatan dan keselamatan dalam rencana anggaran Pilkada Serentak 2020 di tengah wabah. KPU mengingatkan mereka sejak dari rumah agar menggunakan masker. Namun jika sampai TPS tidak menggunakan masker, maka KPU akan menyediakan masker, hand sanitizer atau sabun cuci tangan dan air serta sarung tangan plastik.(Baca juga: Pilkada 2020, Ini Tiga Ukuran KPU soal Bisa Tidaknya Digelar )
"Jadi, pemilih pegang surat suara, formulir, alat coblos menggunakan sarung tangan plastik satu kali pakai," katanya.
Kemudian, Arief melanjutkan, jika pemilih pada hari pemungutan suara ada di rumah sakit rujukan karena mereka terpapar COVID-19, maka KPU akan mengirimkan petugas ke tempat mereka dengan APD lengkap.
"Pertama, KPU dalam menyusun regulasinya mengedepankan dua hal penting, kesehatan dan keselamatan untuk siapa? Untuk seluruh pihak, untuk penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan masyarakat pemilih," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi virtual Fokus SINDO yang bertajuk "Pilkada 2020, Realistiskah?" yang dipandu oleh jurnalis SINDOnews, Bakti Munir di kanal resmi SINDOnews, Rabu (17/6/2020).
Karena itu, Arief menjelaskan, KPU mengatur kebutuhan pendukung kesehatan dan keselamatan dalam rencana anggaran Pilkada Serentak 2020 di tengah wabah. KPU mengingatkan mereka sejak dari rumah agar menggunakan masker. Namun jika sampai TPS tidak menggunakan masker, maka KPU akan menyediakan masker, hand sanitizer atau sabun cuci tangan dan air serta sarung tangan plastik.(Baca juga: Pilkada 2020, Ini Tiga Ukuran KPU soal Bisa Tidaknya Digelar )
"Jadi, pemilih pegang surat suara, formulir, alat coblos menggunakan sarung tangan plastik satu kali pakai," katanya.
Kemudian, Arief melanjutkan, jika pemilih pada hari pemungutan suara ada di rumah sakit rujukan karena mereka terpapar COVID-19, maka KPU akan mengirimkan petugas ke tempat mereka dengan APD lengkap.
Lihat Juga :