DPR: Peta Jalan Pendidikan Penting Dibuat Sebelum RUU Sisdiknas

Rabu, 30 Maret 2022 - 06:25 WIB
loading...
DPR: Peta Jalan Pendidikan...
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menilai proses dan dasar penyusunan RUU Sisdiknas masih perlu diperjelas. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menilai proses dan dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) masih perlu diperjelas. Menurutnya, banyak yang perlu dipersiapkan dalam penyusunan RUU Sisdiknas yang merupakan gabungan dari revisi UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas, UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, serta UU Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi.

“RUU Sisdiknas itu kan ingin mengadopsi Undang-Undang guru, dosen, dan sebagainya dimasukkan jadi satu. Sebaiknya jangan dulu, jadi based-nya apa? Dasarnya apa? Beda negara kepulauan dengan negara kontinental, kita negara kepulauan infrastruktur susah, teknik apa yang kita lakukan?” ujar Dede di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Dede menegaskan, perlu adanya penyusunan roadmap atau peta jalan pendidikan sebelum pengesahan RUU Sisdiknas. Peta jalan tersebut digunakan sebagai pondasi di mana pendidikan berpijak, apa yang diperbuat untuk memperkuat pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Madrasah Hilang di Revisi UU Sisdiknas, NU Circle Sentil Adab Nadiem Makarim



“Negara kita akan menguatkan (pendidikan) dari sisi apa? Karena ini menyangkut kemampuan siswa kita, mau vokasi atau mau pendidikan umum? Apakah target kita ingin disebut sebagai high learning? Akademik atau semuanya siap untuk masuk bursa kerja? Ini harus kita pikirkan. Itu namanya peta jalan,” jelasnya.

Politikus Partai Demokrat ini menegaskan, pendidikan yang akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga jika ingin merubah konsep sesuai perkembangan zaman, maka RUU Sisdiknas ini perlu dicanangkan. Sebab, dalam beberapa tahun mendatang pasar bebas akan semakin bersaing khususnya di lingkup ASEAN.

“Dengan adanya pasar bebas kalau kita tidak menguasai sektor riil, industri, dan sektor perkembangan teknologi, mungkin nanti pekerjaan penting diisi orang asing. Bukan dengan siswa-siswa kita. Ini harus dipikirkan, makanya tadi peta jalan pendidikan menjadi urgensi saat ini,” kata mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu.

Baca: Madrasah Hilang dalam Draf RUU Sisdiknas Dinilai Diskriminasi Dunia Pendidikan

Terkait polemik RUU Sisdiknas, Anggota Komisi X DPR Muhammad Kadafi mengaku sama sekali belum menerima draf dan tidak tahun apa pun mengenai draf yang beredar. Namun, ia mengutip Plato bahwa tujuan pendidikan suatu negara sama dengan tujuan berdirinya suatu negara, artinya tujuan pendidikan ini, menjadi landasan seperti apa arah masa depan bangsa ke depan.

Sehingga, saat para akademisi dan pegiat pendidikan memberikan kritik dan saran terhadap RUU ini, maka semestinya dianggap tantangan dan perlu diakomodasi dalam RUU Sisdiknas. “Maka kenapa teman-teman akademisi sangat memberikan kritik dan sarannya untuk perubahan undang-undang sisdiknas yang ke depan, memang kita pahami bahwa undang-undang ini sudah cukup lama dan sekarang itu banyak tantangan baru yang harus bisa diakomodir oleh UU Sisdiknas,” katanya di kesempatan sama.

Apalagi, kata politikus PKB ini, banyak sekali pengajuan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) berkenaan dengan UU Sisdiknas ini, maka sudah sewajarnya kalau dilakukan penyesuaian-penyesuaian dalam UU Sisdiknas dengan perkembangan zaman saat ini, tinggal bagaimana prosesnya dilakukan dengan baik. “Karena Undang-Undang Pendidikan itu menjadi dasar untuk menanamkan ideologi dan tujuan suatu negara, kalau undang-undangnya enggak bisa mengarahkan ideologi dan tujuan negara, ini agak sedikit ia mengkhawatirkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kadafi mengaku bingung berbicara soal RUU Sisdiknas ini, karena Komisi X DPR sama sekali tidak memegang draf RUU Omnibus Law tentang pendidikan ini. Karena memang, banyak tantangan di dunia pendidikan ini yang perlu diubah dalam RUU Sisdiknas. Dan RUU ini juga harus mengakomodasi perkembangan-perkembangan zaman ini.

“Nah ini beberapa hal mungkin awal dari diskusi pada hari ini ini, Insya Allah mudah-mudahan ke depan ini UU Sidiknas ini bisa melahirkan suatu aturan yang memang bisa membawa Indonesia ke gerbang pintu kesuksesan di mana ada bonus demografi,” ungkap Kadafi.

“Tadi memang disampaikan oleh Kang Dede, kalau ini baru diusulkan tahun depan kita agak kesulitan juga, karena sudah ya masa kampanye itu tahun depan sudah di akhir periode itu sudah masa kampanye, ini menjadi permasalahan juga,” tandasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Rekomendasi
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Start Mulus! Inggris...
Start Mulus! Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved