Audiensi dengan BNPB, Ini Tiga Poin Masukan KM ITB soal COVID-19
Rabu, 17 Juni 2020 - 15:34 WIB
loading...
KM ITB menggelar audiensi policy brief evaluasi PSBB melalui Google Meet dan memberikan beberapa evaluasi atas penanganan pandemi COVID-19 kepada BNPB, Rabu (17/6/2020).
A
A
A
BANDUNG - Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) memberikan beberapa evaluasi atas penanganan pandemi COVID-19 kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (17/6/2020). Utamanya adalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah dilakukan di sejumlah daerah.
Audiensi policy brief evaluasi PSBB dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Peserta yang terlibat dalam audiensi adalah Ibu Eny Supartini sebagai Direktur Kesiapsiagaan BNPB, perwakilan Kabinet KM ITB 2020/2021, dan perwakilan Aliansi KM ITB Lawan Corona.
Menurut perwakilan KM ITB , Samuel Gerald Marpaung, dari berbagai permasalahan yang ada terkait PSBB dan pengurangan COVID-19 , ditemukan tiga akar masalah. Pertama, kurangnya pertimbangan data dalam penyusunan kebijakan. Kedua, belum optimalnya komunikasi kebijakan, dan ketiga, peluang koordinasi antarlembaga dan antardaerah yang belum termanfaatkan.(Baca juga: Lolos Uji BPFK, Ventilator Ambu-Bag Airgency ITB Segera Jalani Uji Klinis )
"Atas persoalan itu, kami memberikan rekomendasi kebijakan. Pertama penerapan data-driven policy, kemudian optimalisasi komunikasi kebijakan ke publik, dan implementasi peluang koordinasi daerah," kata Samuel dalam siaran persnya, Rabu (17/6/2020).
KM ITB, kata dia, juga menyusun Key Performance Indicator (KPI) sektor yang dapat dipenuhi dengan pelaksanaan ketiga rekomendasi kebijakan pada setiap sektor untuk diimplementasikan oleh pemerintah daerah. Setiap daerah yang akan menerapkan new normal diharapkan dapat membuktikan KPI PSBB yang telah disarankan.
Audiensi policy brief evaluasi PSBB dilakukan secara virtual melalui Google Meet. Peserta yang terlibat dalam audiensi adalah Ibu Eny Supartini sebagai Direktur Kesiapsiagaan BNPB, perwakilan Kabinet KM ITB 2020/2021, dan perwakilan Aliansi KM ITB Lawan Corona.
Menurut perwakilan KM ITB , Samuel Gerald Marpaung, dari berbagai permasalahan yang ada terkait PSBB dan pengurangan COVID-19 , ditemukan tiga akar masalah. Pertama, kurangnya pertimbangan data dalam penyusunan kebijakan. Kedua, belum optimalnya komunikasi kebijakan, dan ketiga, peluang koordinasi antarlembaga dan antardaerah yang belum termanfaatkan.(Baca juga: Lolos Uji BPFK, Ventilator Ambu-Bag Airgency ITB Segera Jalani Uji Klinis )
"Atas persoalan itu, kami memberikan rekomendasi kebijakan. Pertama penerapan data-driven policy, kemudian optimalisasi komunikasi kebijakan ke publik, dan implementasi peluang koordinasi daerah," kata Samuel dalam siaran persnya, Rabu (17/6/2020).
KM ITB, kata dia, juga menyusun Key Performance Indicator (KPI) sektor yang dapat dipenuhi dengan pelaksanaan ketiga rekomendasi kebijakan pada setiap sektor untuk diimplementasikan oleh pemerintah daerah. Setiap daerah yang akan menerapkan new normal diharapkan dapat membuktikan KPI PSBB yang telah disarankan.
Lihat Juga :