Amnesty Internasional Indonesia Sebut Penangkapan Mahasiswi ITB Praktik Otoriter
Sabtu, 10 Mei 2025 - 14:18 WIB
loading...
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyebut penangkapan mahasiswi ITB sebagai bentuk praktik otoriter aparat kepolisian. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid buka suara merespons penangkapan mahasiswi ITB buntut unggahan foto meme Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Amnesti menilai penangkapan ini merupakan sikap polisi yang melakukan praktik otoriter.
"Penangkapan mahasiswi tersebut sekali lagi menunjukkan bahwa polisi terus melakukan praktik-praktik otoriter dalam merepresi kebebasan berekspresi di ruang digital," ucap Usman Hamid, Sabtu (10/5/2025).
Usman menilai polisi sedang melakukan kriminalisasi kebebasan berekspresi di ruang digital. Usman menilai ekpresi damai seberapapun bentuk ofensif bukanlah merupakan tindak pidana.
Baca juga: Mahasiswi FSRD Ditangkap Bareskrim Gegara Meme Prabowo-Jokowi, Begini Tanggapan ITB
"Ekspresi damai seberapa pun ofensif, baik melalui seni, termasuk satir dan meme politik, bukanlah merupakan tindak pidana. Respons Polri ini jelas merupakan bentuk kriminalisasi kebebasan berekspresi di ruang digital," jelas dia.
"Penangkapan mahasiswi tersebut sekali lagi menunjukkan bahwa polisi terus melakukan praktik-praktik otoriter dalam merepresi kebebasan berekspresi di ruang digital," ucap Usman Hamid, Sabtu (10/5/2025).
Usman menilai polisi sedang melakukan kriminalisasi kebebasan berekspresi di ruang digital. Usman menilai ekpresi damai seberapapun bentuk ofensif bukanlah merupakan tindak pidana.
Baca juga: Mahasiswi FSRD Ditangkap Bareskrim Gegara Meme Prabowo-Jokowi, Begini Tanggapan ITB
"Ekspresi damai seberapa pun ofensif, baik melalui seni, termasuk satir dan meme politik, bukanlah merupakan tindak pidana. Respons Polri ini jelas merupakan bentuk kriminalisasi kebebasan berekspresi di ruang digital," jelas dia.
Lihat Juga :