Curhat Kepala BNPB soal Penonton MotoGP Tak Pakai Masker Dinilai Terlambat

Jum'at, 25 Maret 2022 - 11:04 WIB
loading...
Curhat Kepala BNPB soal Penonton MotoGP Tak Pakai Masker Dinilai Terlambat
Curhat Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto terkait adanya penonton MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang tidak patuh prokes mendapat tanggapan dari Tenaga Ahli Kepala BNPB era Ganip Warsito, Andi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Curhat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto terkait adanya penonton MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang tidak patuh protokol kesehatan (prokes) mendapat tanggapan dari Tenaga Ahli Kepala BNPB era Ganip Warsito. Hal itu dinilai terlambat karena seharusnya bisa diantisipasi sebelumnya.

“Seharusnya Pak Suharyanto tidak curhat di media soal para penonton yang enggak pakai masker, itu sama aja membuka aib sendiri,“ ujar Andi, Tenaga Ahli Kepala BNPB era Ganip Warsito dalam keterangannya, Jumat (25/3/2022). Baca juga: Potret Kesederhanaan TGB, Pilih Kehujanan Nonton MotoGP Ketimbang Duduk di Kursi VVIP



Sebelumnya, Suharyanto menyebutkan para penonton kelas VIP MotoGP Mandalika tidak patuh protokokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, yakni tidak memakai masker.

Dia juga mengkaitkan ketidakpatuhan penonton itu dengan kemampuan finansial serta pendidikan mereka. Karena tarif tiket VIP MotoGP Mandalika berkisar antara Rp10 juta sampai Rp15 juta.

“Mereka yang berada di bagian VIP bisa dikatakan memiliki uang lebih dan berpendidikan," ujar Suharyanto, kepada wartawan di Batam, Kamis 24 Maret 2022.

Menurut Andi, pernyataan Suharyanto itu kurang pas karena masalah kesadaran menjalankan protokol kesehatan tidak terkait dengan status sosial seseorang. “Itu enggak ada hubungannya dengan status sosial, baik terkait uang maupun berpendidikan. Masalah prokes kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 adalah soal bagaimana kita mengedukasi mereka,” tukasnya.

Andi mengambil contoh BNPB yang berhasil mengedukasi penonton pada gelaran PON XX Papua, tahun lalu. Padahal, jumlah penonton PON lebih banyak dibanding MotoGP dan kondisi di lapangan lebih rumit. Sebab, banyak cabang olah raga yang di pertandingan di tempat terpisah.

“Waktu itu BNPB menyiapkan tim gabungan, baik dari relawan, TNI,Polri dan juga masyarakat untuk mengedukasi para penonton dan atlet terkait protokol kesehatan,” kata Andi.

Pendekatan kepada penonton PON, menurut Andi, seharusnya bisa diterapkan di Sirkuit Mandalika. “Para pejabat BNPB yang terlibat di PON Papua kan juga masih ada, seharusnya mereka bisa sharing trik-trik pengendalian (terkait prokes) di arena berkumpulnya banyak orang,” jelas Andi.

Selain itu, lanjut Andi, BNPB seharusnya berkordinasi dengan panitia dan komandan lapangan MotoGP Mandalika yang juga mantan Panglima TNI, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Baca juga: Segini Bayaran yang Diterima Rara saat Jadi Pawang Hujan MotoGP Mandalika

“Penerapan prokes kesehatan di arena MotoGP Mandalika seharusnya menjadi perhatian. Apalagi Presiden Jokowi hadir di sana, harus menjadi perhatian yang sangat serius,” pungkasnya.
(kri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1421 seconds (10.177#12.26)