Farah Puteri Sesalkan Medsos Jadi Debat Emosi, Bukan Substansi

Rabu, 17 Juni 2020 - 09:52 WIB
loading...
Farah Puteri Sesalkan...
Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia menyoroti perdebatan di media sosial yang dinilainya lebih banyak debat yang bersifat emosional ketimbang substansi.

Hal itu diungkapkan Farah menanggapi perdebatan di media sosial (medsos) menyikapi pernyataan komika Bintang Emon. Diketahui, Bintang Emon mengkritik tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.

Farah tidak ingin mengomentari fakta persidangan kasus tersebut. Dia hanya ingin mendudukkan masalahnya secara proporsional.

“Yang pertama perlu kita perlu dudukkan dulu masalahnya.Di satu sisi hak yang bersangkutan (Bintang Emon) sebagai warga negara mengkritisi apa yang terjadi di persidangan. Di sisi yang lain ada warga negara lain yang mungkin membela persidangan. Yang saya sayangkan adalah fakta bahwahari ini di medsos lebih banyak debat emosi, bukannya debat substansi,” kata Farah dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2020).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan dari debat emosi tersebut, kemudian menjadi hiruk pikuk, gaduhdan parahnya menjadi saling bully, saling tikam sampai ke ranah pribadi. Bahkan sampai ke urusan penegakan hukum, yaitu saling lapor. Hal tersebut sangat dia sayangkan.

“Bintang Emon menyatakan pendapat, sebut saja begitu ya, dalam perspektifnya. Karena dia adalah komika, kemudian secara casual mengartikulasikan fakta persidangan.Di sisi lain ada juga pihak yang merasa terganggu dengan pernyataan Bintang. Twitter dan Facebook bahkan Instagram pasti akan mencari keseimbangan,” kata politikus milenial dari daerah pemilihan Jawa Barat ini.(Baca juga: Ramai-ramai Ditolak, Ini Isi RUU HIP yang Picu Kontroversi )

Farah mengimbau pengguna medsos untuk saling mengerti dengan hak–hak orang lain. "Sekalinyemplung, jangan baperan. Hindari main perasaan, dan asik- asik saja. Dan paling idealnya, ketika menyentuh hal-hal atauisu yang sensitif dan mencuri perhatian publik harus hati-hati dan ahli," tuturnya.

Dia mengajak pengguna media sosial lebih hati-hati dalam menyikapi setiap permasalahan dan ahli karena menyangkut substansi.

"Jangan jadi emosi sehingga tak bisa membatasi. Ingat, ada undang-undang dan aturan hukum yang membatasi. Jangan sampai memicu muncul fitnah atau ujaran kebencian. Kembalikan media sosial sebagai sarana pendidikan dan hiburan,” katanya.

Farah terus mengimbau para pengguna medsos untuk mengembalikan fungsi medsos. Karena hingga hari ini tidak ada yang bisa mengontrol dampak penggunaan medsos. "Akses warga negara di kota-kota besarterkait informasi dan interaksi via medsos sangat mudah dan murah. Semua boleh mengabarkan, semua boleh berbicara, semua boleh bergunjing dan bergosip," tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Fikom UMB Dorong Siswa...
Fikom UMB Dorong Siswa SMK Jadi Kreator, Bukan Sekadar Penikmat Media Sosial
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
Davina Karamoy Ucapkan...
Davina Karamoy Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Ardhito Pramono, Netizen Baper
Rekomendasi
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved