Dukung Belajar dari Rumah, Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi Perlu Diprioritaskan

Rabu, 17 Juni 2020 - 09:37 WIB
loading...
Dukung Belajar dari...
Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pagebluk Covid-19 menuai apresiasi dan hujan kritik. Pemerintah dianggap belum menjelaskan atau melakukan pembenahan terhadap masalah pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Selama tiga bulan terakhir pada semester lalu, semua siswa melakukan PJJ secara daring. Masalahnya, tidak semua wilayah mempunyai akses internet dan listrik yang memadai. Para orang tua mengeluhkan beban kuota untuk keperluan PJJ daring.

Menurut anggota DPD RI Fahira Idris, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) , Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag) tentang panduan belajar itu patut diapresiasi. Pemerintah tidak mengizinkan wilayah zona kuning dan merah menggelar belajar tatap muka.

Sekolah di zona hijau pun tak mudah menggelar belajar tatap muka karena harus ada izin orang tua peserta didik. Dengan demikian, sebagian besar para siswa tetap belajar dari rumah (BDR).

"Keputusan ini dinilai sangat tepat dan bijak mengingat hingga saat ini, semua negara di dunia belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Bahkan beberapa negara yang mengklaim sudah mengendalikan transmisi virus corona dan membuka kembali sekolah justru terjadi kasus baru," katanya dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Rabu (17/6/2020). (Baca juga: Lansia Terdampak Covid-19 di Lima Provinsi Terima Bansos Sembako ).

Menurutnya, saat ini yang perlu diprioritaskan adalah kesehatan dan keselamatan. Di sisi lain, Fahira mendesak pemerintah segera mencari solusi bagi anak-anak di berbagai daerah yang tidak mempunyai akses listrik dan internet.

Keterbatasan mereka harus bisa diatasi agar hak untuk mendapatkan pendidikan yang merupakan amanat konstitusi tetap terpenuhi. Banyak sekolah, guru, dan siswa yang memiliki hambatan untuk melaksanakan BDR. Rata-rata masalah utamanya, infrastruktur listrik dan jaringan telekomunikasi, baik telepon maupun internet, yang tidak menjangkau wilayah sekolah dan tempat tinggal guru dan siswa.

Pagebluk Covid-19 seharusnya menjadi momentum pemerintah untuk mengevaluasi dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah. Putri politikus senior Golkar Fahmi Idris itu mendesak masalah itu segera diselesaikan. Apalagi, tahun ajaran baru sudah di depan mata, yakni pertengahan Juli. (Baca juga: Kasus Bertambah 1.106 Orang, Pelacakan Agresif Picu Lonjakan Pasien Positif ).

"Walaupun ada otonomi daerah, saya berharap pemerintah pusat 'mengintervensi' persoalan penting ini. Agar anak- anak di daerah yang akses internet dan listrik belum mumpuni tetap dapat belajar dengan baik," pungkasnya.

(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan Dibahas
Hardiknas 2026, SPK...
Hardiknas 2026, SPK Ungkap Upah Dosen Rendah hingga Minim Perlindungan
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved