Wapres: Kemampuan Bertahan Cadangan Pangan Indonesia Hanya 21 Hari
Selasa, 22 Maret 2022 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, pemerintah sangat serius menggarap urusan pangan, termasuk mengalokasikan sekitar 76,9 triliun pada 2022 untuk memperkuat ketahanan pangan. Mulai dari peningkatan keterjangkauan dan ketercukupan produktivitas, pendapatan petani atau nelayan, diversifikasi pangan, perbaikan iklim usaha, daya saing hingga penguatan sistem pangan berkelanjutan.
Di samping itu, Wapres juga mengungkapkan bahwa sektor pertanian sangat penting kontribusinya yang konsisten terhadap pertumbuhan ekonomi. Terutama selama pademi
Badan Pusat Statistik (BPS) juga telah merilis data ekonomi Indonesia yang tercatat tumbuh sebesar 3,69% pada 2021 dibanding dengan 2020. "Walaupun kontribusi pertanian terhadap PDB ini cukup besar tapi sektor ini masih menanggung beban cukup berat, terutama akibat besarnya jumlah tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja pertanian itu besar," katanya.
Wapres juga mengungkapkan bahwa hampir separuh rumah tangga miskin di Indonesia menggantungkan sektor pertanian. "Makanya bener kata Pak (Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki), ngurusi ini, ini pahalanya gede, banyak orang miskinnya. Berdasarkan sumber penghasilan utama jumlahnya sekitar 46,3% rumah tangga pada 2020, ini menurut juga data dari BPS," katanya.
Di samping itu, Wapres juga mengungkapkan bahwa sektor pertanian sangat penting kontribusinya yang konsisten terhadap pertumbuhan ekonomi. Terutama selama pademi
Badan Pusat Statistik (BPS) juga telah merilis data ekonomi Indonesia yang tercatat tumbuh sebesar 3,69% pada 2021 dibanding dengan 2020. "Walaupun kontribusi pertanian terhadap PDB ini cukup besar tapi sektor ini masih menanggung beban cukup berat, terutama akibat besarnya jumlah tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja pertanian itu besar," katanya.
Wapres juga mengungkapkan bahwa hampir separuh rumah tangga miskin di Indonesia menggantungkan sektor pertanian. "Makanya bener kata Pak (Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki), ngurusi ini, ini pahalanya gede, banyak orang miskinnya. Berdasarkan sumber penghasilan utama jumlahnya sekitar 46,3% rumah tangga pada 2020, ini menurut juga data dari BPS," katanya.
(abd)
Lihat Juga :