Indonesia-Mesir Tukar Pengalaman Pemindahan Ibu Kota Negara
Senin, 21 Maret 2022 - 19:03 WIB
loading...
A
A
A
Selain soal pemindahan ibu kota, Puan dan Hanafi juga membahas tentang fasilitas kesehatan untuk pelajar-pelajar Indonesia di Mesir. Saat ini sebanyak 9.000 mahasiswa Indonesia menimba ilmu di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar. Puan meminta Mesir memastikan pelajar Indonesia menerima vaksinasi Covid-19.
"Kami berharap dukungan fasilitas akses kekonsuleran dan informasi mengenai kondisi mahasiswa Indonesia kepada KBRI. Meminta kepastian layanan kesehatan terutama di masa pandemi ini, vaksinasinya untuk pelajar-pelajar kita yang ada di Mesir," katanya.
Baca juga: KPK Bentuk Satgas untuk Kawal Tata Kelola Pembangunan IKN Nusantara
Mengingat Mesir menjadi salah satu negara terbaik dalam pendidikan agama, Puan juga berharap Mesir menambah kuota beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Apalagi banyak pelajar Indonesia yang memilih Mesir untuk menempuh pendidikan agama.
"Peningkatan kerja sama kedua negara di bidang pendidikan perlu terjalin. Terutama bagaimana selama ini kerja sama dalam bidang pendidikan, banyak sekali pelajar kita yang ada di Mesir," kata Puan.
Pertemuan bilateral antarpimpinan parlemen Indonesia dan Mesir juga membahas soal hubungan perdagangan. Mesir merupakan mitra dagang terbesar ketiga di Timur Tengah.
"Hubungan ekonomi Indonesia dan Mesir memiliki potensi untuk terus berkembang. Kita perlu membentuk Preferential Trade Agreements (PTA) untuk memperdalam kerja sama ekonomi masih terus berproses. Kami juga mendorong penuntasan penandatanganan MoU Pembentukan Gabungan Komite Perdagangan antara Menteri Perdagangan Indonesia dan Mesir," katanya.
Terkait politik luar negeri, Indonesia dan Mesir memiliki kesamaan pandangan dalam isu Palestina. Puan mengatakan, kedua negara harus melanjutkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina, melalui proses perdamaian dengan negosiasi multilateral yang kredibel.
"Kami berharap dukungan fasilitas akses kekonsuleran dan informasi mengenai kondisi mahasiswa Indonesia kepada KBRI. Meminta kepastian layanan kesehatan terutama di masa pandemi ini, vaksinasinya untuk pelajar-pelajar kita yang ada di Mesir," katanya.
Baca juga: KPK Bentuk Satgas untuk Kawal Tata Kelola Pembangunan IKN Nusantara
Mengingat Mesir menjadi salah satu negara terbaik dalam pendidikan agama, Puan juga berharap Mesir menambah kuota beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Apalagi banyak pelajar Indonesia yang memilih Mesir untuk menempuh pendidikan agama.
"Peningkatan kerja sama kedua negara di bidang pendidikan perlu terjalin. Terutama bagaimana selama ini kerja sama dalam bidang pendidikan, banyak sekali pelajar kita yang ada di Mesir," kata Puan.
Pertemuan bilateral antarpimpinan parlemen Indonesia dan Mesir juga membahas soal hubungan perdagangan. Mesir merupakan mitra dagang terbesar ketiga di Timur Tengah.
"Hubungan ekonomi Indonesia dan Mesir memiliki potensi untuk terus berkembang. Kita perlu membentuk Preferential Trade Agreements (PTA) untuk memperdalam kerja sama ekonomi masih terus berproses. Kami juga mendorong penuntasan penandatanganan MoU Pembentukan Gabungan Komite Perdagangan antara Menteri Perdagangan Indonesia dan Mesir," katanya.
Terkait politik luar negeri, Indonesia dan Mesir memiliki kesamaan pandangan dalam isu Palestina. Puan mengatakan, kedua negara harus melanjutkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina, melalui proses perdamaian dengan negosiasi multilateral yang kredibel.
Lihat Juga :