Punya Reputasi Tuntaskan Konflik Kamboja, Indonesia Bisa Tengahi Perang Rusia-Ukraina

Sabtu, 19 Maret 2022 - 19:27 WIB
loading...
A A A
Dia mengaku merasa agak aneh ketika Ukraina tak memandang negara sebesar Indonesia untuk turut menyelesaikan konflik yang mereka hadapi. Malah, lanjutnya, setelah Rusia melakukan invasi, PresidenUkrainaVolodymyr Zelensky terpikir untuk melakukan perundingan di Turki atau Azerbaijan.

"Saya agak aneh, ketika Ukraina tak mampu melihat Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia yang mampu menengahi perang mereka dengan Rusia. Ini juga tugas Dubes kita di sana, untuk meningkatkan "awareness" (kesadaran) Presiden Zelensky tentang keberadaan dan kemampuan Indonesia dalam menyelesaikan konflik," jelas mantan Duta Besar RI Untuk Australia dan China itu.

Dalam kesempatan yang sama, Pakar Hukum Internasional Prof Dr Hikmahanto Juwana menyatakan sebagai Presiden G-20, Presiden Jokowi seharusnya bisa mengambil peran lebih besar dalam menyelesaikan perang Rusia dan Ukraina. Hikmahanto mencontohkan Turki yang mampu membawa kedua negara ke dalam perundingan.

"Seharusnya, Indonesia sebagai Presiden G-20, mampu berperan lebih besar dari Turki. Apalagi, perang Rusia dan Ukraina ini sangat berpengaruh pada perekonomian dunia, termasuk Indonesia," ujar Hikmahanto.

Hikmahanto pun meminta Pemerintah Indonesia untuk segera berperan apabila upaya Turki menyelesaikan perang kedua negara tersebut gagal. "Indonesia jangan diam! Seharusnya bisa berperan di panggung dunia seperti era Bung Karno," ukata Hikmahanto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akhir Perang Rusia-Ukraina...
Akhir Perang Rusia-Ukraina dan Pengaruh Korea Utara-China
Status Pasukan Korea...
Status Pasukan Korea Utara di Rusia dan Perlindungan sebagai Tawanan Perang
Peran Korea Utara dalam...
Peran Korea Utara dalam Invasi Rusia ke Ukraina
Singgung Perang Ukraina...
Singgung Perang Ukraina hingga Lebanon, Jokowi Heran Masih Ada Perang di Zaman Modern
Jokowi Akan Bahas Perdamaian...
Jokowi Akan Bahas Perdamaian di Gaza dan Ukraina saat Bertemu Paus Fransiskus
IOC Larang Partisipasi...
IOC Larang Partisipasi Rusia, HNW Minta Olimpiade Paris Tolak Keikutsertaan Israel
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Rekomendasi
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Berita Terkini
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved