Berkah Kenaikan Harga Komoditas
Kamis, 17 Maret 2022 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah perlu menaikkan royalti ekspor di tengah kenaikan harga batubara saat ini. Sebab kondisi keuangan negara tertekan utang untuk pembiayaan guna mengatasi dampak pandemi Covid-19. Namun hal itu mesti dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian nasional dan tidak menaikkan besaran royalti batubara untuk kebutuhan domestik yang digunakan sebagai sumber energi. Kenaikan harga batubara otomatis meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor mineral dan batubara (minerba). Lonjakan harga batubara berpotensi bertahan dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan upaya pemulihan ekonomi negara-negara konsumen batubara lainnya seperti Amerika Serikat, China, dan negara-negara kawasan Eropa.
Produsen mineral dan batubara domestik perlu juga menggenjot produksi dengan tetap mematuhi kaidah-kaidah pertambangan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ketika produksi batubara dan mineral lainnya digenjot, hal itu justru menimbulkan kerusakan lingkungan.
Kenaikan harga komoditas itu diyakini akan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Hal itu pulalah yang diproyeksikan oleh Bank Dunia yang memperkirakan ekonomi Indonesia bisa bertumbuh 5,2% pada tahun ini. Selain peningkatan harga komoditas, permintaan domestik yang tinggi juga makin memperbesar peluang pertumbuhan Indonesia. Meski masih terhantam pandemi gelombang ketiga, tingkat produksi komoditas sudah kembali ke masa sebelum Covid-19 melanda Indonesia.
Pemerintah harus segera merumuskan langkah strategis mengingat salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ekspor komoditas. Selain itu pertumbuhan ekonomi Indonesia harus diperkuat pula dari ekspor dari sektor manufaktur seperti automotif dan industri pengolahan dan menekan impor.
Produsen mineral dan batubara domestik perlu juga menggenjot produksi dengan tetap mematuhi kaidah-kaidah pertambangan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ketika produksi batubara dan mineral lainnya digenjot, hal itu justru menimbulkan kerusakan lingkungan.
Kenaikan harga komoditas itu diyakini akan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Hal itu pulalah yang diproyeksikan oleh Bank Dunia yang memperkirakan ekonomi Indonesia bisa bertumbuh 5,2% pada tahun ini. Selain peningkatan harga komoditas, permintaan domestik yang tinggi juga makin memperbesar peluang pertumbuhan Indonesia. Meski masih terhantam pandemi gelombang ketiga, tingkat produksi komoditas sudah kembali ke masa sebelum Covid-19 melanda Indonesia.
Pemerintah harus segera merumuskan langkah strategis mengingat salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ekspor komoditas. Selain itu pertumbuhan ekonomi Indonesia harus diperkuat pula dari ekspor dari sektor manufaktur seperti automotif dan industri pengolahan dan menekan impor.
(bmm)
Lihat Juga :