Klaim Luhut soal Big Data Penundaan Pemilu 2024, PMII: Impossible
Rabu, 16 Maret 2022 - 20:27 WIB
loading...
A
A
A
"Temuan saya via Drone Emprit, percakapan penundaan Pemilu 2024 dari berbagai media pada 14 Maret 2022 diwarnai dengan sentiment negatif sebanyak 1.186 mentions atau 94,3% sementara hanya 72 mentions atau sekitar 5,7% yang bernada positif," kata Yayan dalam melalui keterangan tertulisnya, Rabu (16/3/2022).
Jika analisis tersebut ditarik dalam periode waktu seminggu belakangan, urai Yayan, maka percakapan berkaitan dengan isu penundaan pemilu didominasi dengan sentimen negatif warganet. Dengan data yang diolah, Yayan mengutarakan bahwa per hari setidaknya ada 1.000 lebih mentions negatif terkait isu penundaan pemilu.
"Jadi kita tentu makin bertanya-tanya, klaim Luhut itu datanya dari mana? Jika tidak jelas, maka ini tentu penyesatan opini publik," kata Yayan.
Baca juga: Puan Lawan Klaim Luhut soal Penundaan Pemilu 2024: Kami Punya Big Data Sendiri
Yayan juga memaparkan hasil analisis lain yang berkaitan dengan pengaruh wacana penundaan pemilu terhadap penyelenggara pemilu terpilih. Menurutnya, jika keyword penundaan pemilu disandingkan dengan keyword KPU maka hasilnya dalam satu minggu belakangan (8-15 Maret 2022) didominasi sentimen negatif.
Jika analisis tersebut ditarik dalam periode waktu seminggu belakangan, urai Yayan, maka percakapan berkaitan dengan isu penundaan pemilu didominasi dengan sentimen negatif warganet. Dengan data yang diolah, Yayan mengutarakan bahwa per hari setidaknya ada 1.000 lebih mentions negatif terkait isu penundaan pemilu.
"Jadi kita tentu makin bertanya-tanya, klaim Luhut itu datanya dari mana? Jika tidak jelas, maka ini tentu penyesatan opini publik," kata Yayan.
Baca juga: Puan Lawan Klaim Luhut soal Penundaan Pemilu 2024: Kami Punya Big Data Sendiri
Yayan juga memaparkan hasil analisis lain yang berkaitan dengan pengaruh wacana penundaan pemilu terhadap penyelenggara pemilu terpilih. Menurutnya, jika keyword penundaan pemilu disandingkan dengan keyword KPU maka hasilnya dalam satu minggu belakangan (8-15 Maret 2022) didominasi sentimen negatif.
Lihat Juga :