LGP Nilai Pernyataan Luhut Soal Big Data Rugikan Presiden Jokowi
Selasa, 15 Maret 2022 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
Apabila Pilpres dilaksanakan pada saat survei (8-10 Februari 2022), dari 79,9% Ganjar Pranowo terpilih sebagai presiden, dengan rincian, Ganjar Pranowo 34,7%, Anies Baswedan 23,3%, Prabowo Subianto 21,9%, dan yang belum menentukan pilihan 20,1%.
Menanggapi pernyataan Menko Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Panjaitan tentang analisa big data, Mochtar menilai, Luhut belum mengerti kehendak rakyat tentang Pemilu 14 Februari 2024.
"Kalau berdasarkan analisa big data, masyarakat tahu big data yang dipakai sumbernya adalah sosial media. Di era digital ini, semua sosial media dapat diiklankan seperti dengan google ads untuk memperbanyak jumlah tayangan, begitu juga Instagram dan Facebook dapat diiklankan untuk menjangkau penonton lebih banyak dan luas. Sehingga pernyataan tersebut dapat merugikan Pemerintahan Jokowi," katanya.
Menanggapi pernyataan Menko Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Panjaitan tentang analisa big data, Mochtar menilai, Luhut belum mengerti kehendak rakyat tentang Pemilu 14 Februari 2024.
"Kalau berdasarkan analisa big data, masyarakat tahu big data yang dipakai sumbernya adalah sosial media. Di era digital ini, semua sosial media dapat diiklankan seperti dengan google ads untuk memperbanyak jumlah tayangan, begitu juga Instagram dan Facebook dapat diiklankan untuk menjangkau penonton lebih banyak dan luas. Sehingga pernyataan tersebut dapat merugikan Pemerintahan Jokowi," katanya.
(abd)
Lihat Juga :