LGP Nilai Pernyataan Luhut Soal Big Data Rugikan Presiden Jokowi

Selasa, 15 Maret 2022 - 20:46 WIB
loading...
LGP Nilai Pernyataan...
Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar Puan (LGP) Mochtar Mohamad. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Laskar Ganjar Puan (LGP) Mochtar Mohamad menilai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim 110 juta pengguna media sosial menginginkan Pemilu 2024 ditunda dapat merugikan Presiden Jokowi. Pasalnya perpanjangan masa jabatan Presiden melanggar konstitusi UUD 1945.

Mochtar Mohamad melihat polarisasi perkembangan politik di Indonesia akhir-akhir ini sebagai dampak isu penundaan pemilu dan faktor ekor jas terhadap pemilu legislatif, maka ada beberapa hal yang perlu dicermati. Menurutnya, tahapan pemilu 14 Februari 2024 dimulai pada 1 Agustus 2022 dan sampai saat ini hanya PDI Perjuangan yang memiliki tiket untuk maju mencalonkan presiden. Sedangkan partai-partai lain belum membuat koalisi.

"Maka isu perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024 akan merugikan kandidat dan partainya," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/3/2022).



Ia menjelaskan, jika mencermati pergerakan partai oposisi, seperti Partai Demokrat (54 kursi) dan PKS (50 kursi) dengan total 104 kursi, kedua partai ini belum cukup tiket untuk mengusung 115 kursi presidential threshold dan butuh 1 partai menarik dari koalisi pemerintah.

"Nampaknya, koalisi ini sulit terwujud dalam waktu dekat karena kepentingan kadernya di kabinet Jokowi dan gerbong partainya terlanjur tertarik magnet Mas Ganjar Pranowo," ujarnya.

Dalam situasi seperti ini, lanjut Mochtar, partai-partai akan berpikir bagaimana caranya terhindar dari parliamentary threshold 4%. "Jalan satu-satunya adalah partai yang lebih awal bergabung dengan koalisi PDI Perjuangan berpotensi selamat dari parliamentary threshold," katanya.

Ia melanjutkan, beberapa ketua umum partai yang lemah elektabilitasnya memaksakan diri untuk maju, akan berdampak pada elektabilitas partainya dan terancam tidak lolos parliamentary threshold 4%.

Baca juga: Puan Lawan Klaim Luhut soal Penundaan Pemilu 2024: Kami Punya Big Data Sendiri

Membaca data hasil survei SMRC 8-10 Februari 2022 yang dirilis 28 Februari 2022 dengan margin error 2,8%, partisipasi pemilih terpotret lewat survei SMRC 79,9%, yang ragu-ragu atau belum menentukan pilihan atau tidak berpartisipasi 20,1%.

Apabila Pilpres dilaksanakan pada saat survei (8-10 Februari 2022), dari 79,9% Ganjar Pranowo terpilih sebagai presiden, dengan rincian, Ganjar Pranowo 34,7%, Anies Baswedan 23,3%, Prabowo Subianto 21,9%, dan yang belum menentukan pilihan 20,1%.

Menanggapi pernyataan Menko Bidang Kemaritiman & Investasi Luhut Binsar Panjaitan tentang analisa big data, Mochtar menilai, Luhut belum mengerti kehendak rakyat tentang Pemilu 14 Februari 2024.

"Kalau berdasarkan analisa big data, masyarakat tahu big data yang dipakai sumbernya adalah sosial media. Di era digital ini, semua sosial media dapat diiklankan seperti dengan google ads untuk memperbanyak jumlah tayangan, begitu juga Instagram dan Facebook dapat diiklankan untuk menjangkau penonton lebih banyak dan luas. Sehingga pernyataan tersebut dapat merugikan Pemerintahan Jokowi," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Said Didu Singgung Luhut...
Said Didu Singgung Luhut soal Proyek Whoosh Bermasalah Sejak Awal: Dia Tahu Busuk Kenapa Tidak Dihentikan
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
Purbaya Tak Saling Sapa...
Purbaya Tak Saling Sapa dengan Luhut di Sidang Kabinet: Kan Jauh Berapa Kursi
Pertemuan Prabowo dan...
Pertemuan Prabowo dan Jokowi, Luhut: Bagus Kalau Presiden Ketemu Mantan Presiden
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved