Digitalisasi Pemilu, Waketum Perindo: Suatu Saat Pasti Terjadi
Selasa, 15 Maret 2022 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
Namun demikian, Ferry Optimistis digitalisasi Pemilu dapat digulirkan di Indonesia dengan proses yang bertahap. Bagi Ferry yang terpenting dalam suksesnya pemilu adalah kepercayaan dari masyarakat.
Baca juga: Menimbang E-Voting dan Pengawasan Pemilu 2024
"Satu saat pasti terjadi, tapi itu harus berproses. Jadi sekarang menggunakan kertas, terus nanti e-recap, nanti counting baru e-voting. Namun, yang penting dalam pemilu itu adalah soal trust," katanya.
Dengan banyaknya tuntutan milenial terkait digitalisasi pemilu, Partai Perindo telah melakukan langkah awal dengan membuat Konvensi Rakyat. Hal tersebut tidak pernah dilakukan dalam konteks legislatif, melainkan hanya dilakukan di ranah presidensial.
"Biasanya konvensi-konvensi itu dilakukan oleh Presiden. Tapi, kalau konteksnya terkait legislatif, ini belum pernah dilakukan. Ini merupakan bagian dari narasi besar," katanya.
Ferry menilai hal tersebut merupakan bagian dari pola modernisasi partai politik, karena mampu mengubah demokrasi konvensional menjadi digital. "Ini mengubah satu pola mekanisme proses demokrasi menjadi masuk pada sistem demokrasi digital, ini menjadi sangat penting sekali," katanya.
Baca juga: Menimbang E-Voting dan Pengawasan Pemilu 2024
"Satu saat pasti terjadi, tapi itu harus berproses. Jadi sekarang menggunakan kertas, terus nanti e-recap, nanti counting baru e-voting. Namun, yang penting dalam pemilu itu adalah soal trust," katanya.
Dengan banyaknya tuntutan milenial terkait digitalisasi pemilu, Partai Perindo telah melakukan langkah awal dengan membuat Konvensi Rakyat. Hal tersebut tidak pernah dilakukan dalam konteks legislatif, melainkan hanya dilakukan di ranah presidensial.
"Biasanya konvensi-konvensi itu dilakukan oleh Presiden. Tapi, kalau konteksnya terkait legislatif, ini belum pernah dilakukan. Ini merupakan bagian dari narasi besar," katanya.
Ferry menilai hal tersebut merupakan bagian dari pola modernisasi partai politik, karena mampu mengubah demokrasi konvensional menjadi digital. "Ini mengubah satu pola mekanisme proses demokrasi menjadi masuk pada sistem demokrasi digital, ini menjadi sangat penting sekali," katanya.
(abd)
Lihat Juga :