Dekan UIN Jakarta Akui Aspek Keterbacaan Logo Halal Baru Tidak Dominan
Selasa, 15 Maret 2022 - 10:26 WIB
loading...
Dekan Fakultas Syariahh dan Hukum UIN Jakarta A Tholabi Kharlie mengakui logo baru halal menggunakan model huruf Arab untuk tujuan estetika ketimbang baca tulis. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta A Tholabi Kharlie menanggapi polemik perubahan logo label halal Indonesia yang dianggap tidak menunjukkan kata halal dengan jelas. Dia menjelaskan logo baru tersebut menggunakan khat Kufi yang memang lebih bertujuan untuk kepentingan estetika.
"Oleh karena itu aspek keterbacaan atau kejelasan tulisan menjadi tidak dominan. Terlebih ini digunakan untuk logo yang juga mempertimbangkan aspek kepantasan, keserasian, dan keindahan. Sedangkan logo halal yang lama menggunakan jenis khat Naskhi. Khat yang fungsional tulis-baca," kata Tholabi dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/3/2022).
Baca juga: Label Halal Indonesia Ditetapkan Berlaku Nasional
Tholabi menyampaikan, berdasarkan sisi kaidah khat maupun kaidah imla'i, tidak ada yang keliru dalam penulisan logo tersebut. Karena semua huruf tertulis lengkap, ha'-lam-alif-lam dan tentu dalam bentuk atau model khat Kufi yang tidak rigid secara kaidah khat. "Meskipun tentu saja tidaklah sempurna untuk ukuran khat Kufi yang ideal,” ujarnya.
Terkait respons publik terhadap logo halal yang baru, kata Tholabi hal itu menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi BPJPH untuk semakin masif menyosialisasikan kepada masyarakat secara luas.
"Oleh karena itu aspek keterbacaan atau kejelasan tulisan menjadi tidak dominan. Terlebih ini digunakan untuk logo yang juga mempertimbangkan aspek kepantasan, keserasian, dan keindahan. Sedangkan logo halal yang lama menggunakan jenis khat Naskhi. Khat yang fungsional tulis-baca," kata Tholabi dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/3/2022).
Baca juga: Label Halal Indonesia Ditetapkan Berlaku Nasional
Tholabi menyampaikan, berdasarkan sisi kaidah khat maupun kaidah imla'i, tidak ada yang keliru dalam penulisan logo tersebut. Karena semua huruf tertulis lengkap, ha'-lam-alif-lam dan tentu dalam bentuk atau model khat Kufi yang tidak rigid secara kaidah khat. "Meskipun tentu saja tidaklah sempurna untuk ukuran khat Kufi yang ideal,” ujarnya.
Terkait respons publik terhadap logo halal yang baru, kata Tholabi hal itu menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi BPJPH untuk semakin masif menyosialisasikan kepada masyarakat secara luas.
Lihat Juga :