Indonesia, Surga Kopi dan Ibu Rempah-Rempah
Jum'at, 11 Maret 2022 - 09:56 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga berharap kesempatan ini merupakan peluang untuk memperkenalkan produk Indonesia melalui sample product kepada peserta forum bisnis, diharapkan hal ini dapat membuka peluang untuk dapat mengenalkan hasil indikasi geografis dari Indonesia kepada masyarakat Uni Emirat Arab.
Sementara itu dalam webinar ini, Giovanni Galanti dari ARISE+ yang hadir sebagai salah satu narasumber mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak hanya terkenal karena produk kopinya. Tetapi juga dikenal sebagai ibu rempah-rempah.
“Kami mengenal banyak sekali rempah asal Indonesia mulai dari Lada Putih Muntok, Cengkeh Minahasa, Pala Kepulauan Banda, Kayumanis Koerintji. Indonesia terkenal akan kualitas rempahnya,” ujar Giovanni.
Selain itu, Koordinator Indikasi Geografis DJKI Marchienda Werdany mengatakan bahwa pendaftaran indikasi georafis jelas membawa manfaat ekonomi bagi para petani. Penjualan Tungkal Jambi Liberica Coffee misalnya, sebelum menjadi produk indikasi geografis dibanderol seharga Rp 40 ribu. Kemudian kini, produknya sudah laku dijual seharga Rp140 ribu.
“Label indikasi geografis memberikan jaminan kualitas produk, reputasi, dan karakteristik yang sesuai dengan klaimnya sehingga menjadikan konsumen tidak ragu untuk membeli produk bahkan dengan harga lebih tinggi,” ujar Marchienda.
Sementara itu dalam webinar ini, Giovanni Galanti dari ARISE+ yang hadir sebagai salah satu narasumber mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak hanya terkenal karena produk kopinya. Tetapi juga dikenal sebagai ibu rempah-rempah.
“Kami mengenal banyak sekali rempah asal Indonesia mulai dari Lada Putih Muntok, Cengkeh Minahasa, Pala Kepulauan Banda, Kayumanis Koerintji. Indonesia terkenal akan kualitas rempahnya,” ujar Giovanni.
Selain itu, Koordinator Indikasi Geografis DJKI Marchienda Werdany mengatakan bahwa pendaftaran indikasi georafis jelas membawa manfaat ekonomi bagi para petani. Penjualan Tungkal Jambi Liberica Coffee misalnya, sebelum menjadi produk indikasi geografis dibanderol seharga Rp 40 ribu. Kemudian kini, produknya sudah laku dijual seharga Rp140 ribu.
“Label indikasi geografis memberikan jaminan kualitas produk, reputasi, dan karakteristik yang sesuai dengan klaimnya sehingga menjadikan konsumen tidak ragu untuk membeli produk bahkan dengan harga lebih tinggi,” ujar Marchienda.
Lihat Juga :