Penyebaran Covid-19, Waspada Gelombang Kedua di Depan Mata
Selasa, 16 Juni 2020 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Ahli epidemiologi mengatakan sampel genetik yang diambil dari lapangan menunjukkan wabah di Xinfandi berasal dari Eropa. "Hasil pemeriksaan awal membuktikan virus ini berasal dari luar negeri. Tapi, kami tidak tahu bagaimana virus itu dapat sampai ke pasar Xinfandi," kata Yang Peng.
Sekjen Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan dunia masih panjang dari hal aman dari virus corona. "Pertarungan belum selesai. Semua orang tetap rawan terserang virus dan ancaman itu sangat nyata,"katanya.
Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan UNICEF memperingatkan dalam jangka panjang, puluhan juta rakyat miskin akan terkena virus corona. "Pandemi ini akan menggangu pendapatan keluarga," kata Kepala ILO GUy Ryder. (Lihat videonya: Pelaku Usaha Sambut Baik Masa PSBB Transisi di Jakarta)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga berulangkali memperingatkan bahwa tugas besar pemerintah belum berakhir. Menurut dia, ancaman covid akan terus ada. “Kondisi masih dinamis. Ada daerah yang kasus barunya turun, tapi juga ada daerah yang kasus barunya meningkat. Ada daerah yang jg sudah nihil,” katanya, pekan lalu.
Dia memperingatkan bahwa jangan sampai terjadi gelombang kedua Covid-19 . Untuk itu dia meminta jajarannya selalu waspada. “Perlu saya ingatkan jangan sampai terjadi gelombang kedua, the second wave,” ungkapnya.
Menurutnya situasi ini akan terus dihadapi sampai ditemukannya vaksin. Bahkan sampai benar-benar dapat dipastikan vaksin tersebut bisa digunakan secara efektif. “Karena kalau vaksinnya sudah ketemu itu masih harus ada uji klinis, uji lapangan, kemudian juga masih harus diproduksi yang memerlukan waktu. Oleh sebab itu kita harus beradaptasi dengan covid-19,” tuturnya. (Muh Shamil/Dita Angga)
Sekjen Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan dunia masih panjang dari hal aman dari virus corona. "Pertarungan belum selesai. Semua orang tetap rawan terserang virus dan ancaman itu sangat nyata,"katanya.
Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan UNICEF memperingatkan dalam jangka panjang, puluhan juta rakyat miskin akan terkena virus corona. "Pandemi ini akan menggangu pendapatan keluarga," kata Kepala ILO GUy Ryder. (Lihat videonya: Pelaku Usaha Sambut Baik Masa PSBB Transisi di Jakarta)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga berulangkali memperingatkan bahwa tugas besar pemerintah belum berakhir. Menurut dia, ancaman covid akan terus ada. “Kondisi masih dinamis. Ada daerah yang kasus barunya turun, tapi juga ada daerah yang kasus barunya meningkat. Ada daerah yang jg sudah nihil,” katanya, pekan lalu.
Dia memperingatkan bahwa jangan sampai terjadi gelombang kedua Covid-19 . Untuk itu dia meminta jajarannya selalu waspada. “Perlu saya ingatkan jangan sampai terjadi gelombang kedua, the second wave,” ungkapnya.
Menurutnya situasi ini akan terus dihadapi sampai ditemukannya vaksin. Bahkan sampai benar-benar dapat dipastikan vaksin tersebut bisa digunakan secara efektif. “Karena kalau vaksinnya sudah ketemu itu masih harus ada uji klinis, uji lapangan, kemudian juga masih harus diproduksi yang memerlukan waktu. Oleh sebab itu kita harus beradaptasi dengan covid-19,” tuturnya. (Muh Shamil/Dita Angga)
(ysw)
Lihat Juga :