Pemilih Golkar, PKB, dan PAN Tolak Wacana Penundaan Pemilu
Kamis, 10 Maret 2022 - 20:45 WIB
loading...
Keinginan petinggi partai politik seperti Golkar, PKB, dan PAN menunda Pemilu 2024 justru tidak diamini oleh basis pendukung atau pemilih parpol tersebut. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Keinginan petinggi partai politik (parpol) seperti Golkar, PKB, dan PAN untuk menunda Pemilu 2024 justru tidak diamini oleh basis pendukung atau pemilih parpol tersebut. Hal itu terlihat dari hasil temuan yang dilakukan lembaga survei LSI Denny JA hari ini.
Baca juga: Cukup dengan PKPU, UU Pemilu Tidak Harus Direvisi Setiap Mau Pemilu
"Data ini kita lihat bahwa partai oposisi maupun partai pendukung koalisi itu memang pemilihnya menyatakan mereka mayoritas menolak penundaan pemilu yang sekarang ini sedang digulirkan," kata peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa dalam jumpa persnya secara daring, Kamis (10/3/2022).
Baca juga: RUU Pemilu Ditarik, PKS: Pemerintah Tak Ingin Ada Perbaikan Kualitas Pemilu
Dalam data yang dipaparkannya, terlihat jelas komposisi penolakan yang dominan dari pemilih ketiga parpol tersebut. Sebesar 71,6% pemilih Partai Golkar menolak wacana tersebut. Sementara, untuk pemilih PKB yang menolak wacana ini sebesar 66,2% dan pemilih PAN yang menolaknya sebesar 93,7%.
Hal senada juga disuarakan oleh sejumlah parpol koalisi lainnya seperti; Gerindra 80,5%, PDIP 56,3%, Nasdem 58,3%, Perindo 58,6%, PPP 75%, PSI 70%, Hanura 55%; PBB 50% dan PKPI 65%.
Penolakan yang lebih besar terlihat dari dua parpol yang berada di luar koalisi pemerintahan. Mayoritas pemilih PKS yang menolak sebanyak 85,8 % dan Partai Demokrat 87,5%.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan secara tatap muka yang dilengkapi dengan riset kualitatif pada tanggal 23 Februari - 3 Maret 2022. Sedangakan jumlah responden sebanyak 1.200 yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2.9 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga menggunakan riset kualitatif (analisis media dan indepth interview), untuk memperkuat temuan dan analisa.
Baca juga: Cukup dengan PKPU, UU Pemilu Tidak Harus Direvisi Setiap Mau Pemilu
"Data ini kita lihat bahwa partai oposisi maupun partai pendukung koalisi itu memang pemilihnya menyatakan mereka mayoritas menolak penundaan pemilu yang sekarang ini sedang digulirkan," kata peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa dalam jumpa persnya secara daring, Kamis (10/3/2022).
Baca juga: RUU Pemilu Ditarik, PKS: Pemerintah Tak Ingin Ada Perbaikan Kualitas Pemilu
Dalam data yang dipaparkannya, terlihat jelas komposisi penolakan yang dominan dari pemilih ketiga parpol tersebut. Sebesar 71,6% pemilih Partai Golkar menolak wacana tersebut. Sementara, untuk pemilih PKB yang menolak wacana ini sebesar 66,2% dan pemilih PAN yang menolaknya sebesar 93,7%.
Hal senada juga disuarakan oleh sejumlah parpol koalisi lainnya seperti; Gerindra 80,5%, PDIP 56,3%, Nasdem 58,3%, Perindo 58,6%, PPP 75%, PSI 70%, Hanura 55%; PBB 50% dan PKPI 65%.
Penolakan yang lebih besar terlihat dari dua parpol yang berada di luar koalisi pemerintahan. Mayoritas pemilih PKS yang menolak sebanyak 85,8 % dan Partai Demokrat 87,5%.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan secara tatap muka yang dilengkapi dengan riset kualitatif pada tanggal 23 Februari - 3 Maret 2022. Sedangakan jumlah responden sebanyak 1.200 yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Wawancara dilaksanakan secara tatap muka (face to face interview). Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2.9 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga menggunakan riset kualitatif (analisis media dan indepth interview), untuk memperkuat temuan dan analisa.
(maf)
Lihat Juga :