Kisah Jenderal Hoegeng Usir Intel di Warung Rokok
Kamis, 10 Maret 2022 - 06:07 WIB
loading...
A
A
A
Keluarga menyambut gembira pengangkatan Hoegeng. Namun, Hoegeng mewanti-wanti kembali dan mengingatkan kepada keluarganya bahwa jabatan Kapolri itu bukan segala-galanya.
“Papi tetap mengingatkan hidup sederhana dan tidak neko-neko. Keluarga diminta tidak mengganggu urusan dirinya sebagai Menpangak dengan urusan rumah tangga,” kata putra kedua Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit Hoegeng dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan yang ditulis Suhartono.
Baca: Kisah Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Pernah Ditempeleng Perwira Jepang
Salah satu fasilitas negara yang ditolak Hoegeng adalah rumah dinas Kapolri di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hoegeng dan keluarga tetap tinggal di rumahnya di Jalan Madura, Jakarta Pusat.
“Papi tidak mau rumahnya dikawal-kawal dan ada pos jaga ‘monyet’ di depan pintu masuk rumahnya. Papi ingin rumahnya terbuka dan tidak menyeramkan buat masyarakat. Dan masih banyak lagi fasilitas lainnya yang Papi tolak,” kata Didit.
Setelah diberhentikan sebagai Kapolri, Hoegeng pun tidak mau rumahnya dikawal. Didit mengungkapkan ayahnya pernah mendapat ancaman pembunuhan setelah beberapa tahun selesai diberhentikan sebagai Kapolri.
“Papi tetap mengingatkan hidup sederhana dan tidak neko-neko. Keluarga diminta tidak mengganggu urusan dirinya sebagai Menpangak dengan urusan rumah tangga,” kata putra kedua Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit Hoegeng dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan yang ditulis Suhartono.
Baca: Kisah Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Pernah Ditempeleng Perwira Jepang
Salah satu fasilitas negara yang ditolak Hoegeng adalah rumah dinas Kapolri di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hoegeng dan keluarga tetap tinggal di rumahnya di Jalan Madura, Jakarta Pusat.
“Papi tidak mau rumahnya dikawal-kawal dan ada pos jaga ‘monyet’ di depan pintu masuk rumahnya. Papi ingin rumahnya terbuka dan tidak menyeramkan buat masyarakat. Dan masih banyak lagi fasilitas lainnya yang Papi tolak,” kata Didit.
Setelah diberhentikan sebagai Kapolri, Hoegeng pun tidak mau rumahnya dikawal. Didit mengungkapkan ayahnya pernah mendapat ancaman pembunuhan setelah beberapa tahun selesai diberhentikan sebagai Kapolri.
Lihat Juga :