Amanat Konstitusi Harus Jadi Pegangan dalam Menyikapi Konflik Rusia-Ukraina
Rabu, 09 Maret 2022 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
”Konflik Ukraina-Rusia yang berdampak pada terjadinya perang di sejumlah sektor, juga harus bisa menjadi bahan pembelajaran bagi bangsa kita. Apakah bangsa kita sudah siap dengan perang-perang yang terjadi di berbagai sektor di masa datang?" tanya Rerie, yang juga anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu.
Karena itu, Rerie sangat berharap, Indonesia harus benar-benar mencermati kondisi tersebut dan segera mempersiapkan berbagai langkah agar mampu menjawab berbagai tantangan di masa datang.
Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, sependapat bahwa konflik Rusia-Ukraina akan berdampak global sehingga harus dicermati. Indonesia, tidak bisa menganggap enteng dampak konflik Ukraina dan Rusia. Karena, konflik yang terjadi antara kedua negara tersebut, berpotensi berimbas pada stabilitas kawasan Asia, termasuk di Laut China Selatan (LCS).
Menanggapi pertanyaan peserta diskusi, terkait dukungan Indonesia terhadap resolusi Majelis Umum PBB dalam menyikapi invasi Rusia ke Ukraina, secara pribadi Suryopratomo menilai, langkah tersebut sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang mengedepankan upaya perdamaian dan menegaskan kemerdekaan hak segala bangsa.
Pengamat Militer dan Pertahanan Keamanan, Connie Rahakundini Bakrie menilai, konflik Rusia-Ukraina merupakan upaya Vladimir Putin dalam membangun keseimbangan dunia Baru. Keseimbangan dunia Baru, menurut Connie, agar satu kepentingan tidak mengganggu kepentingan lainnya.
Connie berharap, Indonesia bisa tampil tegas secara diplomatik juga secara militer dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia, seperti yang dilakukan Soekarno di masa lalu. Konflik Ukraina-Rusia, harus memberi pelajaran bagi Indonesia. Saatnya, Indonesia menyempurnakan konsep sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh rakyat dan semua sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, dan segenap wilayah negara sebagai satu kesatuan pertahanan.
Karena itu, Rerie sangat berharap, Indonesia harus benar-benar mencermati kondisi tersebut dan segera mempersiapkan berbagai langkah agar mampu menjawab berbagai tantangan di masa datang.
Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo, sependapat bahwa konflik Rusia-Ukraina akan berdampak global sehingga harus dicermati. Indonesia, tidak bisa menganggap enteng dampak konflik Ukraina dan Rusia. Karena, konflik yang terjadi antara kedua negara tersebut, berpotensi berimbas pada stabilitas kawasan Asia, termasuk di Laut China Selatan (LCS).
Menanggapi pertanyaan peserta diskusi, terkait dukungan Indonesia terhadap resolusi Majelis Umum PBB dalam menyikapi invasi Rusia ke Ukraina, secara pribadi Suryopratomo menilai, langkah tersebut sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang mengedepankan upaya perdamaian dan menegaskan kemerdekaan hak segala bangsa.
Pengamat Militer dan Pertahanan Keamanan, Connie Rahakundini Bakrie menilai, konflik Rusia-Ukraina merupakan upaya Vladimir Putin dalam membangun keseimbangan dunia Baru. Keseimbangan dunia Baru, menurut Connie, agar satu kepentingan tidak mengganggu kepentingan lainnya.
Connie berharap, Indonesia bisa tampil tegas secara diplomatik juga secara militer dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia, seperti yang dilakukan Soekarno di masa lalu. Konflik Ukraina-Rusia, harus memberi pelajaran bagi Indonesia. Saatnya, Indonesia menyempurnakan konsep sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh rakyat dan semua sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, dan segenap wilayah negara sebagai satu kesatuan pertahanan.
Lihat Juga :