Harga BBM di Tengah Perang Rusia-Ukraina
Senin, 07 Maret 2022 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Di dalam negeri beberapa operator penjual BBM mulai menyesuaikan harga bensin. Shell misalnya, untuk jenis BBM RON 95, kini harganya Rp14.500 per liter, naik Rp950 per liter dibanding sebelumnya Rp13.550 per liter. Demikian pula harga solar V-Power Diesel naik Rp480 per liter dari semula Rp13.270 menjadi Rp13.740 per liter. Adapun untuk bensin jenis RON 92 yang dinamai Shell Super tetap di level Rp12.990 per liter.
Operator lainnya, BP-AKR bahan bakar jenis RON 95 naik Rp450 per liter dari semula Rp13.450 menjadi Rp13.900 per liter. Adapun BP Diesel naik Rp510 per liter dari sebelumnya Rp12.990 menjadi Rp13.500 per liter.
Sebagai perbandingan, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, harga BBM jenis RON 98 (Pertamax Turbo) kini dijual seharga Rp14.500-15.100 per liter, dari sebelumnya Rp13.500-14.000 per liter. Dexlite kini dibanderol Rp12.950-13.550 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.150-12.650 per liter. Sementara Pertamina DEX kini dijual seharga Rp13.700-14.300 per liter, naik dari sebelumnya Rp13.200-13.700 per liter.
Sementara itu, untuk harga bensin jenis RON 90 (Pertalite) di Pertamina masih dipertahankan di harga Rp7.650 per liter dan RON 92 (Pertamax) di angka Rp9.000-9.400 per liter. Sebagai perbandingan, untuk jenis BBM RON 92 di SPBU lain, harganya berada di kisaran Rp12.900 di Shell) dan Rp12.500 di SPBU BP-AKR.
BBM jenis Pertalite sampai saat ini belum ada penyesuaian harga meskipun sejumlah kalangan menilai harga yang berlaku saat ini berada di bawah keekonomian. Akan tetapi, dengan dipertahankannya harga Pertalite, kebijakan ini cukup tepat mengingat apabila dinaikkan akan berdampak cukup panjang ke sektor ritel maupun transportasi. Dalam hal ini ada aspek sosial dan ekonomi yang dipertimbangkan. Pertanyaannya, sampai kapan badan usaha pelat merah itu akan menanggung selisih harga BBM Pertalite yang bukan penugasan seperti jenis premium itu?
Operator lainnya, BP-AKR bahan bakar jenis RON 95 naik Rp450 per liter dari semula Rp13.450 menjadi Rp13.900 per liter. Adapun BP Diesel naik Rp510 per liter dari sebelumnya Rp12.990 menjadi Rp13.500 per liter.
Sebagai perbandingan, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, harga BBM jenis RON 98 (Pertamax Turbo) kini dijual seharga Rp14.500-15.100 per liter, dari sebelumnya Rp13.500-14.000 per liter. Dexlite kini dibanderol Rp12.950-13.550 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.150-12.650 per liter. Sementara Pertamina DEX kini dijual seharga Rp13.700-14.300 per liter, naik dari sebelumnya Rp13.200-13.700 per liter.
Sementara itu, untuk harga bensin jenis RON 90 (Pertalite) di Pertamina masih dipertahankan di harga Rp7.650 per liter dan RON 92 (Pertamax) di angka Rp9.000-9.400 per liter. Sebagai perbandingan, untuk jenis BBM RON 92 di SPBU lain, harganya berada di kisaran Rp12.900 di Shell) dan Rp12.500 di SPBU BP-AKR.
BBM jenis Pertalite sampai saat ini belum ada penyesuaian harga meskipun sejumlah kalangan menilai harga yang berlaku saat ini berada di bawah keekonomian. Akan tetapi, dengan dipertahankannya harga Pertalite, kebijakan ini cukup tepat mengingat apabila dinaikkan akan berdampak cukup panjang ke sektor ritel maupun transportasi. Dalam hal ini ada aspek sosial dan ekonomi yang dipertimbangkan. Pertanyaannya, sampai kapan badan usaha pelat merah itu akan menanggung selisih harga BBM Pertalite yang bukan penugasan seperti jenis premium itu?
(ynt)
Lihat Juga :