Penembakan 8 Karyawan PTT di Papua, DPR Minta Pemerintah Lebih Serius
Senin, 07 Maret 2022 - 09:09 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengecam peristiwa penembakan yang menewaskan 8 karyawan PT PTT oleh TPNPB dan OPM di wilayah Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada Selasa (1/3) lalu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - DPR mengecam peristiwa penembakan yang menewaskan 8 karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada Selasa (1/3) lalu.
Menurut Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, kekerasan yang menewaskan warga sipil di Papua tersebut merupakan tindakan biadab yang harus segera direspons secara tegas oleh pemerintah. Baca juga: Mengharukan, 8 Ambulans Disiagakan di Bandara Moses Kilangin Angkut Jenazah Pekerja PT PTT yang Dibantai KKB
"Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah tegas yang terukur, pertama untuk mengusut secara tuntas peristiwa tragis tersebut dan mengetahui fakta-fakta di lapangan. Kedua, menangkap dan mengadili para pelaku penembakan. Dan ketiga membuat prosedur pengamanan yang lebih bagus untuk melindungi masyarakat di Papua dari berbagai ancaman kekerasan kelompok teroris TPNPB dan OPM," ujar Sukamta kepada wartawan, Senin (7/3/2022).
Sukamta berpandangan apa yang dilakukan oleh para karyawan saat itu untuk memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Distrik Beoga merupakan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat Papua. Maka teror penembakan ini semakin menegaskan kelompok TPNPB dan OPM berupaya menghalangi upaya pembangunan di Papua dan menghadirkan ketakutan di tengah masyarakat Papua.
Menurut Anggota Komisi I DPR RI Sukamta, kekerasan yang menewaskan warga sipil di Papua tersebut merupakan tindakan biadab yang harus segera direspons secara tegas oleh pemerintah. Baca juga: Mengharukan, 8 Ambulans Disiagakan di Bandara Moses Kilangin Angkut Jenazah Pekerja PT PTT yang Dibantai KKB
"Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah tegas yang terukur, pertama untuk mengusut secara tuntas peristiwa tragis tersebut dan mengetahui fakta-fakta di lapangan. Kedua, menangkap dan mengadili para pelaku penembakan. Dan ketiga membuat prosedur pengamanan yang lebih bagus untuk melindungi masyarakat di Papua dari berbagai ancaman kekerasan kelompok teroris TPNPB dan OPM," ujar Sukamta kepada wartawan, Senin (7/3/2022).
Sukamta berpandangan apa yang dilakukan oleh para karyawan saat itu untuk memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Distrik Beoga merupakan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat Papua. Maka teror penembakan ini semakin menegaskan kelompok TPNPB dan OPM berupaya menghalangi upaya pembangunan di Papua dan menghadirkan ketakutan di tengah masyarakat Papua.
Lihat Juga :