Pertumbuhan Ekonomi Jateng Turun Drastis, Ganjar Genjot Sektor Investasi
Senin, 15 Juni 2020 - 16:48 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan menggenjot sektor investasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng yang terdampak pandemi Covid-19. FOTO : Dok Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Pandemi Covid-19 berdampak pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga menurun drastis. Pada kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hanya sebesar 2,60 persen.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jateng turun drastis dibanding tahun sebelimnya. Pasalnya, Covid-19 membuat semua target dan rencana yang telah disusun sebelumnya tidak tercapai.
"Kalau pertumbuhan ekonomi ya memang begitu, ini mengerikan. Kita sudah tahu soal itu, makanya kami sedang membuat skenario-skenario karena memang tidak terlalu bagus," kata Ganjar usai memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 di gedung A lantai 2 kantor Gubernur Jateng, Senin (15/6/2020).
Pihaknya telah melakukan revisi total terkait kondisi pertumbuhan ekonomi Jateng. Salah satu cara yang akan digenjot adalah sektor investasi.
"Semua yang punya potensi investasi akan kami bantu dan dorong terus. Apalagi, investasi yang bisa menyedot tenaga kerja lebih banyak," terangnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jateng turun drastis dibanding tahun sebelimnya. Pasalnya, Covid-19 membuat semua target dan rencana yang telah disusun sebelumnya tidak tercapai.
"Kalau pertumbuhan ekonomi ya memang begitu, ini mengerikan. Kita sudah tahu soal itu, makanya kami sedang membuat skenario-skenario karena memang tidak terlalu bagus," kata Ganjar usai memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 di gedung A lantai 2 kantor Gubernur Jateng, Senin (15/6/2020).
Pihaknya telah melakukan revisi total terkait kondisi pertumbuhan ekonomi Jateng. Salah satu cara yang akan digenjot adalah sektor investasi.
"Semua yang punya potensi investasi akan kami bantu dan dorong terus. Apalagi, investasi yang bisa menyedot tenaga kerja lebih banyak," terangnya.
Lihat Juga :