DPR Anggap Capaian Vaksinasi Covid-19 Patut Diapresiasi
Jum'at, 04 Maret 2022 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Dengan melihat data capaian vaksinasi tersebut, lanjut dia, tidak ada keraguan lagi pemerintah untuk segera menyiapkan skenario secara bertahap dari pandemi ke endemi agar pemulihan ekonomi segera terjadi. “Bagi daerah yang belum mencapai target vaksinasi terus pro aktif, jemput bola, atau door to door,” ungkapnya.
Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini menilai capaian vaksinasi nasional itu merupakan kerja keras pemerintah pusat, pemda, dibantu TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dia juga menilai capaian vaksinasi nasional itu patut diapresiasi.
“Kita harus bangga dalam pencapaian vaksin Indonesia menempati rangkin ke-4 di dunia. Ini merupakan prestasi yang patut dihargai dan diacungi jempol,” ujar Yahya Zaini.
Kendati demikian, dia mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi yang lebih tinggi lagi harus dikejar, terutama untuk lansia. “Karena capaian untuk vaksin lansia baru mencapai 70,17 % untuk dosis pertama dan 45,36 % untuk vaksin kedua dan baru sekitar 20 provinsi yang capaian vaksin lansianya di atas 60 %,” ucapnya.
Dia pun berharap penentuan peralihan status pandemi ke endemi harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati serta mempertimbangkan pendapat dari para pakar, khususnya pakar epidemologi. “Jangan sampai Covid-19 nya masih naik, lalu kita menentukan status endemi. Sehingga pada akhirnya masyarakat yang dirugikan,” kata dia.
Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini menilai capaian vaksinasi nasional itu merupakan kerja keras pemerintah pusat, pemda, dibantu TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dia juga menilai capaian vaksinasi nasional itu patut diapresiasi.
“Kita harus bangga dalam pencapaian vaksin Indonesia menempati rangkin ke-4 di dunia. Ini merupakan prestasi yang patut dihargai dan diacungi jempol,” ujar Yahya Zaini.
Kendati demikian, dia mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi yang lebih tinggi lagi harus dikejar, terutama untuk lansia. “Karena capaian untuk vaksin lansia baru mencapai 70,17 % untuk dosis pertama dan 45,36 % untuk vaksin kedua dan baru sekitar 20 provinsi yang capaian vaksin lansianya di atas 60 %,” ucapnya.
Dia pun berharap penentuan peralihan status pandemi ke endemi harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati serta mempertimbangkan pendapat dari para pakar, khususnya pakar epidemologi. “Jangan sampai Covid-19 nya masih naik, lalu kita menentukan status endemi. Sehingga pada akhirnya masyarakat yang dirugikan,” kata dia.
Lihat Juga :