Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Peta Geopolitik Global

Jum'at, 04 Maret 2022 - 20:36 WIB
loading...
A A A
Resolusi PBB yang mendesak Rusia mundur dari Ukraina malah direspon Rusia dengan menggempur PLTN terbesar di Ukraina. Harapan lainnya ada pada negara-negara yang tergabung dalam G7 (Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, dan Amerika Serikat), yang memiliki kapasitas dan pengaruh terhadap ekonomi dan perdagangan global. Dengan mendominasi 64% kekuatan ekonomi dunia, negara G7 dapat menekan Rusia untuk menempuh jalur diplomasi.

Sejauh ini NATO mengambil peran pasif meskipun Ukraina sudah menyatakan keinginan untuk menjadi anggota NATO. Kecaman yang diungkapkan Sekjen NATO Jens Stoltenberg bahwa langkah Rusia sebagai "tindakan perang brutal" dinilai sebatas retorika dengan penegasan bahwa NATO tidak akan mengerahkan pasukan. Amerika Serikat yang diharapkan memainkan peranan militernya ternyata juga menegaskan tidak akan mengirim armadanya ke Ukraina. Kecuali Rusia menyerang negara anggota NATO. Sesuatu yang mustahil karena sejak awal Putin sudah menegaskan serangan ini adalah operasi militer khusus terbatas dengan sasaran Ukraina.

Sampai kapan Rusia memutuskan mengakhiri invasi? Jawabannya adalah setelah tujuan operasi militer Rusia tercapai. Menghilangkan ancaman Ukraina melalui demiliterisasi. Mencermati pernyataan Menlu Rusia Sergei Lavrov, bahwa Moskwa ingin membebaskan Ukraina dari penindasan dan mereka dapat menentukan masa depan sendiri – maka secara eksplisit sasaran invasi Rusia adalah menggulingkan pemerintahan Ukraina.

Baca juga: Indonesia, G-20, dan Resolusi Konflik Rusia-Ukraina

Manuver Rusia ini menegaskan theory of hegemonic stability, yang menjelaskan keterbukaan dan stabilitas ekonomi internasional yang memungkinkan adanya negara yang mendominasi. Negara-negara hanya dapat bekerja sama secara ekonomi satu sama lain ketika kekuatan hegemonik memegang ikatan secara ekonomi atau militer. Pasca Perang Dingin, Amerika Serikat dan NATO menjadi kekuatan yang dominan (hegemonic) dalam konstelasi politik global, baik secara ekonomi (aggregate income), politik dan kekuatan militer. Belakangan China dengan percaya diri mulai menantang dominasi Amerika Serikat dalam perang dagang. China harus punya sekutu secara politik dan militer, untuk mengukuhkan posisinya di Asia Timur dan kawasan laut China Selatan. Menghangatnya hubungan bilateral China dan Rusia beberapa tahun ini, merupakan rangkaian proses membentuk aliansi baru untuk menantang hegemoni AS dan Uni Eropa.

Konflik di semenanjung Krimea ini memperkuat thesis Daniel Yergin dalam karyanya The New Map: Energy, Climate, and the Clash of Nations. Terjadinya perubahan geopolitik global sebagai akibat dari benturan kepentingan antar negara, perebutan akses sumber daya alam dan energi, serta tantangan perubahan iklim di saat terjadi krisis global. Munculnya aliansi strategis Rusia-China dengan irisan kepentingan yang sama, mengokohkan kekuatan politik dan militer di kawasan Eurasia dan Asia Pasifik untuk membentuk keseimbangan baru dalam geopolitik global. (*)
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Pasar Global Meluas,...
Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Rekomendasi
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved