Penyebab Pelanggaran HAM, Salah Satunya Penyalahgunaan Kekuasaan

Rabu, 02 Maret 2022 - 16:07 WIB
loading...
Penyebab Pelanggaran...
Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) masih terus saja terjadi meski penyebabnya telah diketahui sejak lama. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) masih terus saja terjadi meski penyebabnya telah diketahui sejak lama. Ironisnya di antara para pelaku pelanggaran HAM adalah para aparat dan pejabat pemerintahan.

Hal itu sesuai data yang dikeluarkan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sepanjang 2021. YLBHI mencatat sedikitnya terjadi 305 kasus HAM dan 104 di antaranya dilakukan oleh aktor negara.

Lalu apa faktor penyebab pelanggaran HAM? berikut rinciannya yang dilansir dari berbagai sumber:



1. Faktor Internal
Penyebab pelanggaran HAM dimulai dari faktor internal yang didasari pada kondisi pelaku hingga melakukan pelanggaran. Adapun penyebabnya adalah:

- Tingkat kesadaran yang rendah.
- Meningkatnya perilaku intoleransi.
- Rasa ingin balas dendam.
- Kondisi psikologis pelanggar HAM.
- Sikap egois.
- Berkurangnya rasa empati.

2. Faktor Eksternal
Selain dari dalam internal, penyebab pelanggaran HAM juga didapat dari faktor eksternal. Di antaranya:
- Sistem hukum yang tidak berjalan.
- Masalah ekonomi.
- Kurangnya sosialisasi HAM.
- Penyalahgunaan kekuasaan.
- Struktur politik dan sosial.
- Penyalahgunaan teknologi.

Baca juga: Pelanggaran HAM Paniai, Jenderal Andika Persilakan Prajurit TNI Jalani Pemeriksaan di Kejagung

Itulah dua faktor penyebab pelanggaran HAM yang terus terjadi setiap tahunnya. Demikian pembahasan mengenai pengertian pelanggaran HAM dan faktor penyebabnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
DPR: Revisi UU HAM Harus...
DPR: Revisi UU HAM Harus Memperkuat Sistem HAM Nasional
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Rekomendasi
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Berita Terkini
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved