Jokowi Minta WAG TNI Polri Didisiplinkan, Ini Kata Kompolnas
Rabu, 02 Maret 2022 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
Di masyarakat sendiri sering terlihat adanya perbedaan pendapat yang berujung perpecahan. Kompolnas tidak menginginkan perbedaan pendapat memecah belah dalam tubuh Polri dan TNI.
"Jangan sampai aparat negara juga terpecah belah. Sebagai aparat negara, mereka harus taat menjalankan perintah. Bukan melakukan perlawanan atau pembangkangan," katanya.
Baca juga: Jokowi Ingatkan TNI-Polri Terkait Group WA, KSAD Dudung: Loyalitas Kita Tegak Lurus
Ia menyebutkan setiap anggota masyarakat perlu memahami bahwa kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat bukan tidak ada batasnya. Kebebasan tersebut berbatasan dengan kebebasan orang lain. "Sedangkan untuk aparat negara, khususnya TNI dan Polri, mereka harus taat pada perintah pimpinan. Jika melanggar, pasti ada hukumannya," kata Poengky.
Terkait peringatan dari Presiden Jokowi agar keluarga TNI dan Polri tidak mengundang penceramah yang radikal, Kompolnas juga memiliki sikap yang sama. "Sebagai aparat negara, TNI dan Polri harus selektif memilih penceramah dan narasumber agar tidak disusupi kelompok-kelompok radikal dan anti Pancasila. Harus diingat penjaga NKRI adalah TNI dan Polri. Jangan sampai personel TNI dan Polri teracuni pikiran dan tindakannya karena pengaruh kelompok-kelompok tersebut," katanya.
"Jangan sampai aparat negara juga terpecah belah. Sebagai aparat negara, mereka harus taat menjalankan perintah. Bukan melakukan perlawanan atau pembangkangan," katanya.
Baca juga: Jokowi Ingatkan TNI-Polri Terkait Group WA, KSAD Dudung: Loyalitas Kita Tegak Lurus
Ia menyebutkan setiap anggota masyarakat perlu memahami bahwa kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat bukan tidak ada batasnya. Kebebasan tersebut berbatasan dengan kebebasan orang lain. "Sedangkan untuk aparat negara, khususnya TNI dan Polri, mereka harus taat pada perintah pimpinan. Jika melanggar, pasti ada hukumannya," kata Poengky.
Terkait peringatan dari Presiden Jokowi agar keluarga TNI dan Polri tidak mengundang penceramah yang radikal, Kompolnas juga memiliki sikap yang sama. "Sebagai aparat negara, TNI dan Polri harus selektif memilih penceramah dan narasumber agar tidak disusupi kelompok-kelompok radikal dan anti Pancasila. Harus diingat penjaga NKRI adalah TNI dan Polri. Jangan sampai personel TNI dan Polri teracuni pikiran dan tindakannya karena pengaruh kelompok-kelompok tersebut," katanya.
(abd)
Lihat Juga :